Tiga Tanda Haji Mabrur Menurut Kemenag
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Menjadi haji mabrur adalah harapan setiap jemaah yang menunaikan ibadah haki di Makkah, Saudi Arabia. Namun, tahukah kamu, di antara tanda kemabruran seorang yang telah menunaikan ibadah haji, antara lain; pertama, menghiasi diri dengan amal kebaikan. Kedua, berkontribusi dan memiliki kepedulian sosial, dan ketiga, menjadi teladan masyarakat.
Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin mengatakan, tanda haji mabrur yang pertama, diterangkan di dalam surat al-Baqarah ayat 177. Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa setidaknya terdapat enam jenis amal kebaikan. Barangsiapa yang menyempurnakan enam amal ini, maka dia telah menyempurnakan kebaikannha.
Adaun nilai kebaikan tetsebut yaitu; (1) iman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan nabi. (2) menginfakkan harta yang ia cintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, ibn sabil, dan peminta-minta. (3) menegakkan salat, (4) mengeluarkan zakat, (5) memenuhi janji, dan (6) sabar atas ujian kemiskinan dan kesulitan
“Sementara terkait berkontribusi dan memiliki kepedulian sosial. Kemabruran haji seorang Muslim terwujud dalam kepeduliannya dan ringan membantu sesama, menebar salam dan menjadi jalan terwujudnya kedamaian, serta bertutur kata dan berucap yang baik,” ujar Fauzin, Jumat (14/07/2023).
Kemudian, tanda haji mabrur ketiga yakni menjadi teladan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, mabrur hajinya seorang Muslim terwujud dengan memiliki komitmen menjaga keharmonisan hidup di tengah masyarakat, mengaktualisasikan kepatuhan, seperti kepatuhan menjaga larangan ihram.
“Dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan masyarakatnya, dan mempertahankan integritas moral yang telah diperoleh selama haji dan diamalkan sepanjang hayat,” ujarnya.
















