Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Riduwan
ZAKAT sebagai salah satu rukun islam merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila harta tersebut telah mencapai syarat yang ditetapkan. Secara istilah Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Menurut al-Mawardi dalam kitab al-Hâwî, dikatakan bahwa zakat merupakan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu pula.
Sedangkan menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, Zakat ialah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.
Zakat juga berfungsi untuk mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran dikatakan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah: 103).
Dan di dalam Islam, pada dasarnya bentuk zakat itu terbagi menjadi 2 kategori yang hukumnya wajib dilaksanakan, yaitu zakat maal (zakat harta) dan zakat fitrah.
Sebagaimana dijelaskan dari laman Badan Amil Zakat Nasional, terdapat beberapa perbedaan antara zakat mal dan zakat fitrah yang harus diperhatikan. Apa saja? Berikut penjelasanya.
1. Zakat Fitrah atau Zakat Jiwa
Zakat ini berfungsi untuk menyempurnakan puasa Ramadhan. Sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW.
شَهْرُ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلاَ يُرْفَعُ إلَى اللهِ إلاَّ بِزَكَاةِ الفِطْرِ


















