Sejarah NU, Organisasi Islam Terbesar di Dunia yang Lahir pada Bulan Rajab
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Organisasi Islam terbesar di dunia Nahdlatul Ulama akan berusia 103 tahun pada 16 Rajab 1447 H atau bertepatan dengan tanggal 6 Januari 2026 mendatang. Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia ini terus meneguhkan perannya sebagai pilar kehidupan beragama yang damai, moderat, dan toleran di tengah kemajemukan bangsa.
NU menjadi salah satu organisasi sosial-keagamaan yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan nasional. Harlah NU diperingati dua kali setiap tahun, yakni pada 31 Januari berdasarkan kalender masehi dan 16 Rajab menurut kalender hijriah.
Sejarah berdirinya NU tidak terlepas dari rangkaian peristiwa penting pada awal abad ke-20 yang melibatkan para kiai pesantren terkemuka. Proses kelahirannya diyakini sarat dengan petunjuk ilahi dan kehati-hatian spiritual para pendirinya.
Salah satu peristiwa krusial menjelang berdirinya NU terjadi pada 1925. Saat itu, seorang santri bernama As’ad, yang kelak dikenal sebagai KH As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo. Dia diamanahi untuk mengantarkan tasbih dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Muhammad Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng, Jombang.
Tasbih tersebut dikalungkan di leher As’ad dan tidak disentuh sama sekali selama perjalanan dari Bangkalan ke Tebuireng sebagai bentuk penghormatan kepada sang guru. Setibanya di Tebuireng, As’ad mempersilakan Kiai Hasyim untuk mengambil tasbih tersebut langsung dari lehernya.
Usai menerima tasbih, KH Hasyim Asy’ari bertanya apakah ada pesan lain dari Bangkalan. Menjawab pertanyaan itu, As’ad melantunkan dua Asmaul Husna, “Ya Jabbar, Ya Qahhar,” masing-masing diulang tiga kali sebagaimana amanah KH Cholil.

















