Search

Serangan Drone Picu Timur Tengah Kembali Memanas, Qatar dan UEA Tuduh Iran

DUBAI, (ERAKINI) — Gencatan senjata perang Iran kembali berada di ujung tanduk setelah serangan drone memicu kebakaran di sebuah kapal komersial di lepas pantai Qatar pada Minggu (10/5/2026). 

Di saat bersamaan, Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait melaporkan drone misterius memasuki wilayah udara mereka, memicu kekhawatiran baru akan pecahnya kembali konflik besar di kawasan Teluk.

Dilansir AP, UEA menyalahkan Iran atas serangan terbaru tersebut, yang menjadi ancaman terbaru terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan dan menurut pemerintahan Trump masih tetap berlaku. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan belum ada pihak yang langsung mengklaim bertanggung jawab.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan bahwa pihaknya menembak jatuh dua drone dan menyalahkan Iran atas serangan tersebut.

Di Kuwait, juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen Saud Abdulaziz Al Otaibi mengatakan bahwa drone musuh memasuki wilayah udara Kuwait pada Minggu dini hari dan pasukan merespons sesuai prosedur yang berlaku. Namun, kementerian tidak menjelaskan asal drone tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan sebuah drone menargetkan kapal komersial yang datang dari Abu Dhabi menuju pelabuhan di wilayah selatan Qatar, menyebabkan kebakaran kecil yang kemudian berhasil dipadamkan. 

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan serangan itu terjadi sekitar 23 mil laut (43 kilometer) di timur laut ibu kota Qatar, Doha. Tidak ada rincian mengenai pemilik atau asal kapal tersebut, dan belum ada klaim tanggung jawab.

Dalam sepekan terakhir telah terjadi beberapa serangan terhadap kapal-kapal di Teluk Persia. Pada Jumat, AS menyerang dua kapal tanker minyak Iran setelah menyatakan kapal-kapal tersebut berusaha menembus blokade terhadap pelabuhan Iran.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada Minggu kembali memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kapal tanker minyak Iran atau kapal komersial akan dibalas dengan “serangan besar” terhadap salah satu pangkalan AS di kawasan dan kapal-kapal musuh.

Pakistan terus berupaya menjadi mediator selama masa gencatan senjata. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Minggu bahwa ia menerima telepon dari Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, di mana kedua pemimpin membahas situasi kawasan yang terus berkembang dan meninjau upaya perdamaian yang sedang berlangsung.

Sharif menulis di platform X bahwa kedua negara memiliki “ikatan persaudaraan” dan mengatakan dirinya menantikan kunjungan Qatar ke Pakistan dalam waktu dekat.