JAKARTA, (ERAKINI) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dievakuasi secara mendadak dari jamuan makan malam koresponden Gedung Putih di Washington DC, setelah suara tembakan mengguncang area luar lokasi acara, Sabtu malam waktu setempat.
Trump langsung dibawa keluar dari Hotel Washington Hilton oleh agen Dinas Rahasia AS sesaat setelah tembakan terdengar di dekat ballroom, tempat presiden dan ibu negara telah berada menjelang dimulainya gala media tahunan tersebut.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump memastikan dirinya bersama Wakil Presiden, Ibu Negara, dan seluruh anggota kabinet berada dalam kondisi aman.
“Ibu Negara, Wakil Presiden, dan semua anggota kabinet dalam keadaan baik. Kami akan memberikan keterangan dalam setengah jam,” tulis Trump.
Ia juga menyebut acara tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan. Trump memuji respons cepat aparat keamanan yang bergerak sigap mengamankan lokasi beberapa detik setelah insiden terjadi. “Mereka bertindak cepat dan berani,” ujar Trump.
Dilansir Al Jazeera, Dinas Rahasia Amerika Serikat menyatakan insiden penembakan terjadi di area pemeriksaan keamanan. Satu orang telah diamankan, sementara kondisi korban maupun pihak yang terlibat masih dalam penyelidikan.
Rekaman dari lokasi memperlihatkan kepanikan di dalam ballroom. Para tamu terlihat berlindung di bawah meja ketika suara tembakan terdengar, sementara teriakan “tiarap!” menggema di ruangan.
Trump kemudian dievakuasi keluar oleh pengawalnya, disusul penjagaan ketat aparat bersenjata lengkap yang mengepung area meja presiden.
Produser Al Jazeera Chris Sheridan mengaku mendengar sedikitnya lima kali tembakan dari luar ruangan. “Kami mencium bau mesiu dan langsung menjatuhkan diri ke lantai. Suara itu tepat di belakang saya,” katanya.
Ia menambahkan polisi dalam jumlah besar langsung mengepung hotel dan mensterilkan area. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pardo turut menyampaikan kelegaan setelah mengetahui Trump dan Ibu Negara selamat.
“Kami menyampaikan rasa hormat. Kekerasan seharusnya tidak pernah menjadi jalan,” tulisnya di platform X.
Trump sebelumnya juga pernah menjadi sasaran percobaan pembunuhan, termasuk insiden penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania, pada 2024.
Thomas Crooks saat itu melepaskan delapan tembakan ke arah Trump, menewaskan satu orang dan melukai telinga kanan Trump secara ringan.