Search

Perang Israel Vs Iran Berkecamuk, Siapa Paling Kuat?

JAKARTA, (ERAKINI) - Konflik Israel vs Iran kembali berkecamuk sejak Jumat (13/6/2025). Kedua negara mengandalkan sumber daya militer yang sangat berbeda. Israel mengerahkan kekuatan udara dan persenjataan buatan Amerika Serikat, sedangkan Iran bertumpu pada alat tempur hasil produksi dalam negerinya sendiri.

Hingga Sabtu (14/6/2025) sore, gempuran dari Iran terhadap wilayah Israel belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Adapun serangan terbaru dari Israel me Iran menyasar Bandara Tabriz di Azerbaijan Timur.

Dalam rekaman video yang menampilkan tahap persiapan operasi militer Israel seperti dilihat dari CNN AS, terlihat deretan jet tempur canggih seperti F-35, F-16, dan F-15 yang tengah bersiap di landasan udara. Pemerintah Israel menyebutkan, sekitar 200 pesawat tempur dilibatkan dalam operasi ini. Menurut data dari International Institute for Strategic Studies (IISS), jumlah itu mencerminkan hampir dua pertiga kekuatan udara Israel.

Armada jet tempur Israel terdiri dari 75 unit F-15 dalam berbagai versi serta mendekati 200 unit F-16. Tidak seperti negara lain yang membeli pesawat dari luar, Israel mendapat hak khusus untuk memodifikasi dan mengembangkan teknologi pesawat tempur yang diterima dari Amerika.

Mayoritas sistem persenjataan yang dimiliki Israel merupakan hasil kerja sama erat dengan Amerika Serikat, yang tak hanya menyuplai perlengkapan militer, tetapi juga membiayai sebagian besar pengembangannya. Amerika bahkan masih mengerahkan sejumlah fasilitas militer di kawasan untuk mendukung pertahanan Israel.

Keberadaan militer Amerika di kawasan Timur Tengah tergolong signifikan, dengan sekitar 40.000 personel aktif. Dari angka itu, 1.300 ditempatkan di Suriah dan 2.500 di Irak. Meski kedua negara tersebut telah meminta kehadiran militer AS diakhiri sejak lebih dari satu dekade lalu, keinginan itu belum terealisasi.

Angkatan Laut Amerika juga mengerahkan armada tempur laut ke wilayah tersebut, dipimpin kapal induk USS Carl Vinson. Kapal itu beroperasi bersama kapal penjelajah USS Princeton dan kapal perusak USS Sterett.

Di udara, kekuatan maritim AS mencakup pesawat tempur F-13 dan F/A-18E/F Super Hornet, serta pesawat pengintai elektronik EA-18G Growler dan E-2D Hawkeye. Armada udara itu juga diperkuat oleh pesawat angkut CMV-22 Osprey dan helikopter MH-60R/S Seahawk.

Negara ini juga menerapkan wajib militer bagi sebagian besar pria dan wanita berusia 18 tahun ke atas, meski terdapat sejumlah pengecualian.

Dalam hal persenjataan, Israel memiliki keunggulan signifikan dalam teknologi. Angkatan Udara Israel mengoperasikan 612 unit pesawat, termasuk jet tempur canggih seperti F-15, F-16, dan F-35. Sementara itu, Iran memiliki 551 unit pesawat, namun belum dilengkapi dengan model jet tempur mutakhir seperti yang dimiliki Israel.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun Iran unggul dari segi jumlah personel, Israel memiliki keunggulan dalam kualitas dan kecanggihan sistem persenjataan, khususnya di sektor udara. Kedua negara terus memperkuat postur militer masing-masing di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berubah.

Lebih lanjut, laporan The Military Balance 2023 yang dirilis oleh International Institute for Strategic Studies (IISS), seperti dilansir Al Jazeera, mengungkap gambaran kekuatan militer Iran dan Israel dari sisi jumlah personel hingga kecanggihan persenjataan.

Iran memiliki sekitar 610.000 personel aktif. Dari jumlah tersebut, 350.000 berada di Angkatan Darat, 190.000 di Garda Revolusi Islam (IRGC), 18.000 di Angkatan Laut, 37.000 di Angkatan Udara, dan 15.000 di unit Pertahanan Udara. Selain itu, Iran memiliki pasukan cadangan sekitar 350.000 personel.

Sistem wajib militer berlaku bagi pria berusia 18 tahun ke atas di Iran, meski terdapat sejumlah pengecualian.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran gencar memamerkan kemampuan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang dimilikinya. Negara tersebut juga tengah mengembangkan industri ekspor pesawat nirawak, dengan unit-unitnya telah digunakan dalam konflik bersenjata di Ukraina dan Sudan.

Di sisi lain, Israel memiliki 169.500 personel aktif, terdiri dari 126.000 personel Angkatan Darat, 9.500 di Angkatan Laut, dan 34.000 di Angkatan Udara. Pasukan cadangan Israel bahkan lebih besar, yakni mencapai 465.000 personel.