Direktorat Pendidikan Islam melalui proyek Realizing Education's Promise Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) telah menggelar agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikanl/pelatihan Internasional Batch 2. (Foto: Ditjen Pendis)
TANGERANG, (ERAKINI) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI M. Ali Ramdhani mengharapkan agar pendidikan di Indonesia bisa menjadi trendsetter atau pencipta trend terbaru, tidak hanya menjadi pengikut dalam upaya meningkatkan pendidikan kususnya madrasah.
“Hal yang saya inginkan agar pendidikan Indonesia itu tidak hanya menjadi followers tapi juga menjadi leader, karena kita itu unik, madrasah itu unik. Untuk menjadi trendsetter justru kita harus mengambil angel angel yang tidak diliki oleh orang lain,” kata Ali Ramdhani di Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Menurutnya, untuk bisa menjadi trendsetter dalam hal ini pendidikan, perlu membuat ide-ide baru yang belum ada sebelumnya. Sehingga bisa menjadi leader dalam upaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan madrasah.
Dalam upaya transformasi sistem Pendidikan untuk mewujudkan kualitas pembelajaran yang lebih baik dan hasil belajar siswa madrasah secara umum, Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang lebih unggul agar siap menopang Pembangunan Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Direktorat Pendidikan Islam melalui proyek Realizing Education’s Promise Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) telah menggelar agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikanl/pelatihan internasional Batch 2.
Sebelumnya, pada 3 Mei 2024 telah dilaksanakan batch 1 sebagai upaya untuk meningkatkan berbagai aspek dalam kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa madrasah secara umum.
Terkait acara tersebut, Ali Ramdhani berharap agar hasil pelatihan ini tidak kemudian dia berhenti menjadi sebuah keterampilan pengetahuan di diri kita tanpa ada tindak lanjut. Ia menyebut bahwa tindak lanjut adalah segalanya.
Menurutnya sebuah pengetahuan tidak hanya terhenti di dalam diri tapi harus ada tindak lanjut dari apa yang sudah di peroleh dalam pengetahuan menjadi sebuah keterampilan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang sudah diperoleh.
“Saya berharap pola-pola pendidikan ini semuanya berbuah pada peningkatan kapasitas kapabilitas mutu pendidikan islam," katanya.
Menurutnya, dalam upaya meningkatkan kapasitas pendidikan ini tidak hanya aspek dalam kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa madrasah secara umum, tapi juga peningkatan kapasitas kapabilitas mutu di dalam Pendidikan Islam.
Sementara itu, Ketua PMU REP-MEQR Arif Rahman menyampaikan dalam laporannya program MEQR yang sudah direncanakan mulai dari 2022 dan pada 2024 ini bisa terlaksana sesuai dengan workplan 2024.
"Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi berbagi kebijakan dan implemtasi pendidikan inlkusi termasuk isu gender," katanya.