Pemenang Pilpres sekaligus Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto bersalaman dengan mantan rivalnya, cawapres nomor urut 1 sekaligus ketua umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Facebook/A Muhaimin Iskandar)
Suasana Pilpres 2024 dinilai berbeda dengan 2 kali pilpres sebelumnya, yakni Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Di mana, saat itu ‘gontok-gontokan’ antar pendukung dan partai politik begitu terlihat. Bahkan, sebagai dampak dari proses demokrasi semacam itu, telah terjadi polarisasi di tengah-tengah masyarakat.
Sejak tahapan Pemilu 2024 digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 22 Oktober 2022, hampir seluruh partai melakukan safari dengan saling bertemu serta saling mengunjungi kantornya masing-masing.
Tradisi itu dinilai sebagai upaya untuk menghadirkan proses demokrasi yang sehat dan penuh dengan kekeluargaan serta persatuan, sebagai anak bangsa. Dalam tradisi itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya hampir tidak pernah sejalan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga saling bersilaturahim di masing-masing kantor pengurus pusat di Jakarta.
Memang dalam momen itu, hampir seluruh partai politik melakukan safari dan saling mengunjungi. PKB sendiri telah berkunjung ke DPP PKS, kemudian PKS ke DPP PKB, NasDem ke PKB, PKB ke NasDem, PKB ke PDIP dan lainnya.
Sorotan lainnya bahwa ketika ramai-ramai partai politik saling berkunjung ke kantor DPP. Gerindra justru hanya menerima kunjungan, termasuk kepada PKB.
Harus diingat bahwa, dalam Pilpres 2024, dua parpol ini sempat berkoalisi. Deklarasi kedua partai ini dilakukan di saat partai-partai lain masih memanaskan mesin politiknya. Bahkan dalam acara deklarasi kerja sama dua parpol ini, dilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama oleh Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022) lalu.
Namun, kerja sama politik antara PKB dan Gerindra kandas di tengah jalan, tepatnya ketika Golkar dan PAN masuk dan mendukung Prabowo Subianto.
Cak Imin rela meninggalkan Prabowo karena ada tawaran politik yang lebih menjanjikan yakni menjadi cawapres Anies Baswedan yang diusung NasDem. Partai besutan Surya Paloh sendiri telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai cawapres Pilpres 2024 sekitar satu tahun pasca Gerindra-PKB kerja sama politik. Deklarasi Anies-Muhaimin (AMIN) digelar di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu (2/9/2023).
Setelah dinamika politik di partai politik sekaligus proses dan tahapan pemilu 2024 berjalan, KPU akhirnya menetapkan tiga capres-cawapres di Pemilu 2024 yakni Anies-Muhaimin yang diusung PKB, NasDem dan PKS. Kemudian, Prabowo-Gibran yang didukung Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat. Lalu, Ganjar-Mahfud yang didukung PDIP dan PPP.
Proses pemilu berjalan dengan cukup baik, hingga pemungutan suara digelar pada 14 Februari 2024. Berdasarkan hasil hitung cepat, Prabowo-Gibran menang telak atas Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Tingkat kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 bahkan mencapai 58,60 %.
Kini, setelah berproses di Mahkamah Konstitusi (MK), di mana MK menolak seluruhnya gugatan AMIN dan Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran sah menjadi pemenang Pilpres 2024.
Beberapa jam setelah ditetapkan oleh KPU, pada Rabu (24/4/2024), Prabowo Subianto bergerak cepat langsung menyambangi Kantor DPP PKB di Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat. Momen yang tidak pernah diduga-duga, sebab selama berstatus sebagai ketua umum Gerindra maupun sebagai bacapres, bahkan sejak memimpin Gerindra, Prabowo tidak pernah berkunjung ke kantor DPP PKB. Banyak yang menilai ketulusan dan kerelaan Prabowo untuk membuka pintu kembali bagi partai yang sempat berseberangan dengannya dibuka dengan lebar.
Dalam kunjungannya itu, Prabowo begitu tiba disambut langsung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Prabowo didampingi Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua DPP Partai Gerindra Sugiono, dan Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi. Sementara Muhaimin didampingi jajaran petinggi DPP PKB, termasuk di antaranya Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.
Beri Sinyal Koalisi
Usai pertemuan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sinyal partainya bakal bergabung dan siap bekerja sama mendukung pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
“PKB dan Gerindra sebagai partai yang selama ini bekerja sama di parlemen maupun di eksekutif ingin terus bekerja sama lebih produktif lagi. Apalagi Pak Prabowo sebagai presiden terpilih akan menghadapi berbagai agenda pembangunan yang begitu menantang di masa yang akan datang,” ujar Muhaimin saat jumpa pers bersama Prabowo Subianto, usai keduanya melakukan pertemuan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (24/4/2024).
Muhaimin menyebut telah menyerahkan kepada Prabowo dokumen berisi delapan agenda perubahan PKB. Hanya, Muhaimin tidak menjelaskan lebih lanjut poin-poin agenda perubahan tersebut.
Prabowo menyampun baik keinginan PKB untuk bekerja sama. Menurut Prabowo, Pilpres 2024 telah selesai dan kini saatnya bahu-membahu membangun negeri.
“Sekarang tahapnya kerja sama untuk rakyat dan saya sangat besar hati. Saya sangat terima kasih. Saya diundang ke sini, dan saya menerima tadi penyampaian, pernyataan PKB ingin terus bekerja sama dengan Gerindra, dengan Prabowo Subianto untuk mengabdi demi kepentingan rakyat,” kata Prabowo.
Prabowo sebelumnya dalam pidatonya usai penetapan presiden terpilih di Kantor KPU mengajak seluruh elite untuk bekerja sama agar Indonesia menjadi negara yang sejahtera. Dengan bersatu dan bekerja sama, kata Prabowo, cita-cita yang diharapkan oleh bangsa Indonesia dapat terwujud.
"Kalau Indonesia ingin survive (bertahan), kalau Indonesia ingin menjadi negara makmur, negara sejahtera, tidak ada hal lain, seluruh unsur pimpinan, seluruh elite Indonesia harus bekerja sama. Mari kita berani tinggalkan perbedaan," kata Prabowo.
Sebagai informasi, dalam keputusan KPU Nomor 504 Tahun 2024 Prabowo-Gibran meraih 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional dan memenuhi sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.