Soal Cak Imin Pindah ke Anies, Zulhas: Belok 'Enggak Ngasih' Sein
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) buka suara soal duet antara Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) pada Pilpres 2023.
Berpindahnya Cak Imin dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) atau yang telah berubah nama menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut, kata Zulhas, seakan-akan berbelok tanpa memberi lampu sein.
Komentar itu disampaikan oleh Zulhas dalam sambutan di acara Peningkatan Kapasitas Politik Anggota dan Caleg PAN Kalimantan Barat, Jumat, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (1/9/2023).
"Ya, kalau lampunya mati, mbok ngasih tangan. Ini belok enggak ngasih-ngasih sein," kata Zulhas.
Namun begitu, Zulhas mengungkapkan bahwa pihaknya menghormati keputusan masing-masing partai politik dalam menentukan arah politiknya. Ia tetap mendoakan PKB sukses pada Pemilu 2024.
"Nanti PAN ke sini, PKB ke sini, Demokrat ke sini, haknya masing-masing, kita hormati. Cuma kemarin itu, kita kan satu rombongan sama PKB Cak Imin, ini belok. Kalau rombongan mobil bareng-bareng, ini beloknya enggak ngasih sein," kata Zulhas.
Sebelumnya, pihak Partai Demokrat pada hari Kamis (31/8/2023) mengumumkan bahwa Partai NasDem membuat keputusan sepihak dengan membentuk kerja sama dengan PKB sekaligus menetapkan Cak Imin sebagai bakal cawapres untuk Anies.


















