Soal Ijazah Jokowi, UGM Tegaskan Tak Berpihak kepada Siapapun
Abdul Rahman Ahdori
SLEMAN, (ERAKINI) - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah pihak yang meragukan keaslian ijazah milik mantan Presiden Joko Widodo. Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resminya, UGM menegaskan bahwa pihak kampus tidak berada dalam posisi berpihak, baik kepada Joko Widodo maupun Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
UGM menyebutkan telah menerima langsung perwakilan TPUA yang terdiri dari Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifa. Ketiganya diterima oleh jajaran pimpinan kampus, antara lain Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Wening Udasmoro, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni Arie Sujito, Sekretaris Universitas Andi Sandi, Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta, serta Ketua Senat Fakultas Kehutanan San Afri Awang.
Dalam pertemuan itu, UGM menegaskan bahwa Joko Widodo memang merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
"Yang bersangkutan telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan diwisuda pada tanggal 5 November 1985," ungkap pihak universitas seperti dikutip erakini pada Rabu (15/4/2025).
UGM juga menekankan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan konflik kepentingan antara TPUA dan . Sebagai institusi pendidikan tinggi publik, tunduk pada peraturan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik.
















