UNAIR Surabaya menerima 2.407 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Jurusan Kedokteran masih menjadi program studi favorit. Foto: UNAIR
Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat 27.696 pendaftar melalui jalur SNBP. “Namun karena proses seleksi dan daya tampung yang sangat terbatas, tentu kita tidak bisa menerima semuanya,” ujar Nasih dikutip dari keterangan resmi UNAIR, Selasa (18/3/2025).
Dari puluhan ribu pendaftar itu, kata Nasih, UNAIR hanya menerima 2.407 calon mahasiswa. Nasih memberikan ucapan selamat kepada mereka yang berhasil lolos. "Selamat untuk kawan-kawan pendaftar di UNAIR yang masuk pada 10,7 persen terbaik dari pendaftar di UNAIR," ucapnya.
Bagi yang belum beruntung pada tahapan SNBP, Prof Nasih berpesan untuk tidak berkecil hati dan tetap semangat, karena masih banyak peluang. “Masih banyak jalan untuk menjadi mahasiswa UNAIR. Masih ada kesempatan di SNBT, mandiri, dan swasta yang tentunya tidak kalah menariknya dan tidak kalah baiknya sesuai bidang masing-masing,” ucapnya.
Sama seperti tahun sebelumnya, Prof Nasih menyampaikan bahwa S1 Kedokteran masih menjadi program studi sarjana dengan keketatan paling tinggi, yakni 3,62 persen. “Kedokteran UNAIR masih jadi program studi favorit. Diikuti dengan Farmasi, Ilmu Komunikasi, Keperawatan, Akuntansi, Manajemen, dan Psikologi,” jelasnua.
Namun, menariknya, program vokasi juga menunjukkan tingkat keketatan yang luar biasa. Prof Nasih mengungkapkan bahwa program D4 Teknologi Laboratorium Medik memiliki keketatan yang bahkan lebih tinggi daripada S1 Kedokteran, yaitu 3,1 persen.
Program studi lainnya yang juga sangat diminati adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fisioterapi, Teknologi Radiologi Pencitraan, serta Keperawatan.
Prof Nasih juga mengungkapkan bahwa UNAIR kali ini menerima 690 pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia berpesan agar seluruh calon mahasiswa segera mempersiapkan diri dengan matang untuk proses daftar ulang.
"Mohon dipersiapkan segala sesuatunya untuk daftar ulang karena ada banyak dokumen yang diperlukan, kemudian segera isi regmaba agar prosesnya semakin cepat," pungkasnya.
Secara nasional, sebanyak 173.028 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 melalui jalur SNBP. Jumlah ini naik signifikan dari SNPMB 2024 yang hanya 156.029 orang.
Menteri Pendidikan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan keketatan SNBP 2025 mencapai 22 persen atau nyaris 1:5. Dengan keketatan itu, Brian berharap peserta yang lolos dapat lebih motivasi.
“Hasil SNPMB ini diharapkan bisa menjadi awal bagi adik-adik semua untuk menjadi semangat, motivasi adik-adik lainnya angkatan di bawahnya untuk terus tekun belajar, untuk bisa berkuliah di kampus yang dicita-citakan,” ujar Brian saat konferensi pers pengumuman hasil SNBP 2025, dipantau dari kanal YouTube SNPMB, Selasa (18/3/2025).
Adapun rincian 173.028 peserta yang lolos dalam SNBP 2025 terdiri dari 150.547 PTN akademik (97,02 persen dari daya tampung), dan 22.481 PTN vokasi (85,65 persen dari daya tampung).