Bergabungnya Khofifah, menurut Ujang, menjadi bagian dari TKNPrabowo-Gibran memang bukan sesuatu yang mengagetkan dan telah diprediksi jauh-jauh hari, meskipun dalam perjalanannya selalu mendapat ‘godaan’ dari pasangan calon lain.
Ia menilai, status Khofifah sebagai gubernur dan tokoh masyarakat di Jawa Timur akan memberikan keuntungan bagi Prabowo-Gibran serta diyakini akan mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut.
"Tentu dengan dukungan ke Prabowo-Gibran bisa mendongkrak elektabilitas mereka, karena posisi gubernurnya itu menentukan dan sangat disukai oleh masyarakat Jawa Timur," tambah Ujang.
Selain itu, lanjut Ujang, latar belakang Khofifah sebagai ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) juga diyakini mampu meraup ceruk suara warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.
"Dalam konteks ceruk suara Nahdliyin kemungkinan besar di Jawa Timur akan berpihak mendukung Prabowo-Gibran, karena kita tahu ada Khofifah, ada Pakde Karwo (mantan gubernur Jawa Timur Soekarwo), juga lalu ada tokoh NU lain ke pasangan calon nomor urut 2. Jadi, kelihatannya suara Nahdliyin tertarik ke nomor 2," kata Ujang.
Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa memenuhi janjinya soal arah dukungan kepada pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dengan bergabung ke TKN.
Khofifah di VIP Room Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (10/1//2024) mengatakan, "Saya sudah pulang umrah. Sesuai janji saya, bahwa saya siap masuk TKN."
Dinyatakan oleh Khofifah bahwa kesediaannya bergabung ke tim pemenangan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2 itu sudah disampaikan kepada Sekretaris TKNPrabowo-Gibran, Nusron Wahid.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye pemilu mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Sementara untuk pemungutan suara ditetapkan pada tanggal 14 Februari 2024. (ant)