Habib Husein Ja'far: Anak Ideologis Lebih Baik dari Anak Biologis
Abdul Rahman Ahdori
YOGYAKARTA, (ERAKINI) - Pendakwah muda Habib Husein Ja'far Al Hadar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Habib Ja'far, mengatakan bahwa anak ideologis lebih bernilai daripada anak biologis.
Dia beralasan bahwa perjuangan yang dilandasi oleh ideologi yang kuat dan diteruskan oleh generasi berikutnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, meskipun orang yang memulai perjuangan tersebut sudah meninggal dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Habib Ja'far dalam acara Haul Gus Dur yang digelar di Laboratorium Agama Masjid Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Jumat (15/11/2024).
“Selama ideologi yang kita perjuangkan dan wariskan kepada anak ideologis, dan perjuangan itu terus dilanjutkan, kita akan tetap mendapatkan karunia atau amal jariyah meski kita telah wafat,” ujar Habib Ja'far dalam keterangan yang diterima, Senin (18/11/2024).
Lebih lanjut, Habib Ja’far mengatakan bahwa penggerak GUSDURian, yang mengamalkan 9 Nilai Utama Gus Dur (NUGD), merupakan bagian dari amal jariyah yang terus berjalan.
Nilai-nilai tersebut meliputi ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kekesatriaan, dan kearifan tradisi. Menurutnya, apabila nilai-nilai ini diteruskan oleh generasi berikutnya, maka ia akan menjadi amal jariyah yang abadi.
Habib Ja'far juga memberikan contoh nyata tentang amal jariyah anak ideologis melalui pelaksanaan Haul ke-15 Gus Dur malam itu, meskipun seluruh keturunan Gus Dur yang hadir adalah perempuan.
















