Pasangan AMIN pada Pilpres 2024 diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Koaliasi ini terdiri dari empat partai, yakni NasDem, PKB, PKS, dan Partai Ummat. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tinggal sembilan hari lagi. Menarik mengintip peluang dan kekuatan masing-masing Capres - Cawapres untuk memenangkan kontestasi politik lima tahunan itu.
Lantas seperti apa peluang pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan - (AMIN)? Pada Pilpres 2024 pasangan AMIN diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Koaliasi ini terdiri dari empat partai politik (parpol), yakni NasDem, PKB, PKS, dan Partai Ummat.
Namun, dari keempatnya hanya ada tiga parpol parlemen, yakni NasDem, PKB, PKS. Ketiganya merupakan parpol utama di DPR RI yang jika ditotal memiliki kekuatan suara 167 kursi. Rinciannya, Partai Nasdem dengan 59 kursi, PKB 58 kursi, dan PKS 50 kursi.
Pada Pemilu 2019 lalu, PKB menempati posisi keempat dari sembilan partai yang dinyatakan lolos ke Senayan. Partai besutan Muhaimin Iskandar itu meraih 13.570.097 suara atau 9,69 persen.
Lalu NasDem berada di urutan kelima dengan perolehan 12.661.792 suara atau 9,05 persen, dan PKS di posisi keenam dengan 11.493.663 suara atau 8,21 persen.
Partai NasDem berdiri pada tanggal 26 Juli 2011. Partai ini terlahir dari organisasi yang didirikan Surya Paloh, yakni Nasional Demokrat. Pada Januari 2013, KPU menetapkan 10 partai politik yang lolos tahapan verifikasi administrasi dan faktual, dan menjadikan Partai NasDem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014.
Pada kongres perdana yang diadakan pada Januari 2013, seluruh peserta kongres Partai NasDem yang berasal dari seluruh Indonesia secara aklamasi sepakat mengangkat Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem. Saat ini
Ketua Umum Partai NasDem masih dijabat Surya Paloh.
2. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
Suara di Parlemen: 58 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 13.570.097 (9,69 persen)
PKB didirikan di Jakarta pada 23 Juli 1998 yang dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama, seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur, Mustofa Bisri, Zuhdi Fatkur, dan Muhith Muzadi. Pada awal dibentuk PKB diketuai oleh Matori Abdul Djalil. Tokoh NU ini memimpin PKB selama 3 tahun hingga 15 Agustus 2001.
Tongkat kepemimpinan PKB dilanjutkan oleh Alwi Shihab, yang juga tokoh NU. Alwi menjabat Ketua Umum PKB hingga 25 Mei 2005. Ketua Umum PKB selanjutnya digantikan Muhaimin Iskandar yang menjabat hingga sekarang. Sejak Pemilu 1999 hingga 2019 PKB selalu lolos parliamentary threshold dan menempatkan wakil-wakilnya di DPR.
3. PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
Suara di Parlemen: 50 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 11.493.663 (8,21 persen)
PKS resmi dideklarasikan pada 20 April 2002 dan mengangkat Didin Hafidhuddin sebagai presiden pertamanya. Pada tahun yang sama PKS disahkan sebagai partai politik yang berbadan hukum oleh Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia pada saat itu. PKS lolos verifikasi oleh KPU dan dinyatakan dapat mengikuti kontestasi Pemilu 2004.
Pada pemilu perdananya PKS lolos parliamentary threshold dan berhak mengirim wakilnya menjadi anggota legislatif di DPR/MPR RI. Pada Musyawarah Nasional V Partai Keadilan Sejahtera yang digelar pada November 2020 menetapkan kepemimpinan baru PKS periode 2020-2025 dengan Habib Dr Salim Segaf Al Jufri, MA sebagai Ketua Majelis Syura dan H Ahmad Syaikhu sebagai Presiden Partai.
4. Partai Ummat
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: -
Partai Ummat secara resmi didirikan pada 24 April 2021 dan mendapatkan legalitas pendiriannya melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 20 Oktober 2021.
Partai Ummat didirikan oleh Amien Rais setelah terjadi perpecahan di Partai Amanat Nasional (PAN). Partai Ummat merupakan salah satu partai yang lolos dalam peserta Pemilu 2024. Ketua Umum Partai Ummat saat ini dijabat Ridho Rahmadi.
Jika berdasarkan hitungan-hitungan di atas kertas dari hasil perolehan suara partai pendukung di Pemilu 2019, maka pasangan AMIN seharusnya mendapatkan suara di kisaran 24,95 persen.
Jika melihat hasil survei sejumlah lembaga pada bulan Desember-Januari 2024, kisaran angka tersebut memang tidak jauh berbeda. Dari 15 lembaga survei rata-rata elektabilitas pasangan AMIN di bahwa 30 persen.
Berikut hasil survei terbaru 15 lembaga terkait elektabilitas pasangan AMIN:
1. Indonesia Survey Center (ISC):
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 21,7%
2. Charta Politika
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 26,7%
3. Poltracking Indonesia
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 26,9%
4. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA
Elektabilitas Anies-Muhaimin:22,8%
5. Indikator Politik Indonesia
Elektabilitas Anies-Muhaimin:25%
6. Lembaga survei SPIN
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 23,5%
7. Ipsos Public Affairs
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 21,80%
8. Indonesia Political Opinion (IPO)
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 34,5 persen
9. Median
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 26,8%
10. Lembaga Survei Nasional (LSN)
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 24,3%
11. Politika Research and Consulting (PRC)
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 28%
12. Polling Institute
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 24,6%
13. Arus Survei Indonesia (ASI)
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 26,1%
14. Pusat Polling (Puspoll) Indonesia
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 26,1%
15. Ide Cipta Research and Consulting (ICRC)
Elektabilitas Anies-Muhaimin: 25,6%
Tapi, sekali lagi ini ada pertarungan Pilpres. Pada beberapa kali penyelenggaraan Pilpres dan Pilkada, seringkali hasil perolehan suara partai pendukung dan lembaga survei tidak berbanding lurus.
Tokoh-tokoh yang berada di belakang pasangan calon (paslon) juga cukup menentukan hasil. Di kubu Anies, selain parpol koalisi juga terdapat beberapa tokoh yang memiliki basis massa besar. Sebut saja Ustaz Abdul Somad, yang sudah menyatakan dukungannya kepada pasangan AMIN. Ia merupakan salah satu penceramah kondang di Tanah Air yang memiliki jemaah cukup besar.
Terbaru, pedangdut Rhoma Irama juga mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan AMIN di Pilpres 2024. Rhoma Irama juga diketahui memiliki fans yang cukup besar di Tanah Air.
"Kepada para penggemar Rhoma dan Soneta di seluruh Indonesia, mari bergabung sejalan dengan sikap saya. Mari bergabung dalam wadah Rhomais untuk perubahan," ajak Rhoma saat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan AMIN, di Ji Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin 29 Januari 2024.
Di belakang AMIN juga ada tokoh Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Gubernur Jawa Barat dua periode ini diyakini masih memilih pengaruh di Tatar Sunda, yang merupakan basis suara terbesar pada Pemilu 2024, yakni 35.714.901 pemilih.
Selain itu, ada juga tokoh senior organisasi Islam Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang juga sudah menyatakan dukungannya kepada pasangan AMIN. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Jika pasangan AMIN bisa meraup dukungan dari kader Muhammadiyan, maka perolehan suaranya dipastikan melambung.
Dukungan yang juga tidak bisa dikesampingkan adalah Ijtima Ulama. Hanya memang, pertarungan memperebutkan suara (dukungan) umat Islam masih sulit terprediksi. Sebab masing-masing paslon juga memiliki kekuatan di ormas Islam maupun tokoh dan ulamanya.
Jadi, menarik menunggu pilihan masyarakat Indonesia pada pencoblosan 14 Februari 2024 mendatang. Kita tunggu saja.