Profil Yos Sunitiyoso, Alumni SMA Tarnus dengan Rekam Jejak Internasional yang Dipercaya Jadi Wagub Universitas RI
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) –

JAKARTA, (ERAKINI) –
Penunjukan Prof Yos menambah daftar alumni SMA Taruna Nusantara yang dipercaya mengemban amanah strategis di pemerintahan. Sebelum menerima penugasan baru tersebut, Prof Yos menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan pada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Universitas RI dibentuk sebagai institusi yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kapasitas strategis bagi calon pemimpin nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan bahwa konsep URI telah dipersiapkan sejak lama dengan mengacu pada sejumlah lembaga pendidikan kepemimpinan di berbagai negara, salah satunya École nationale d'administration (ENA), yang kini menjadi Institut national du service public (INSP) di Prancis.
Dirangkum Erakini, Prof Yos Sunitiyoso dikenal sebagai akademisi dan pakar pengambilan keputusan bisnis di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Guru Besar ITB tersebut telah menghasilkan sekitar 50 publikasi ilmiah internasional dan memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun membangun serta mengembangkan SBM ITB Kampus Jakarta.
Yos Sunitiyoso merupakan alumni SMA Taruna Nusantara (Tarnus) tahun 1996 (TN 4), satu angkatan dengan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu.
Perjalanan akademiknya dimulai dari Program Sarjana Teknik Industri ITB yang diselesaikan pada 2000. Ia kemudian meraih gelar Magister Teknik dari Nagaoka University of Technology, Jepang, pada 2004, sebelum menyelesaikan program doktor di University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris, pada 2007.
Karier internasionalnya juga cukup panjang. Setelah menyelesaikan studi doktoral, Prof Yos menjadi peneliti pascadoktoral di Transportation Research Group, University of Southampton, Inggris, pada 2008–2009. Sekembalinya ke Indonesia, ia bergabung dengan SBM ITB pada Januari 2010 dan mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Program MBA ITB Jakarta, Kepala Kelompok Keahlian Pengambilan Keputusan dan Negosiasi Strategis, hingga Direktur Kampus ITB Jakarta.
Selain aktif di lingkungan akademik, Yos juga berkiprah dalam pengembangan riset nasional. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Riset, Pelatihan, dan Pengembangan Intelligent Transport Systems (ITS) Indonesia, kemudian dipercaya sebagai Wakil Presiden Riset dan Hubungan Akademis organisasi tersebut. Ia juga tercatat sebagai anggota Decision Sciences Institute di Amerika Serikat.
Prestasi dan Pengabdian
Sepanjang kariernya, Prof Yos menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan institusi. ITB menganugerahinya Penghargaan Bidang Pengajaran (2016), Pengembangan Kelembagaan (2017), serta Penelitian dan Inovasi (2024).
Ia juga memperoleh Satyalancana Karya Satya X dari Pemerintah Republik Indonesia serta sejumlah penghargaan makalah terbaik pada konferensi ilmiah internasional.
Di bidang pengembangan kapasitas akademik, Prof Yos pernah menjadi Fulbright–RISTEKDIKTI Visiting Scholar di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat, pada 2018.
Dengan latar belakang sebagai akademisi, peneliti, sekaligus birokrat, alumni SMA Taruna Nusantara tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan Universitas Republik Indonesia sebagai lembaga yang menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang memiliki kompetensi global, karakter kebangsaan, dan kemampuan strategis dalam menghadapi tantangan masa depan.






