Tiga alumni SMA Taruna Nusantara tercatat pernah mengenyam pendidikan di Harvard University, yakni AHY (kiri), Pramoda Dei Sudarmo (tengah), dan Reza Abdurahman. Foto: Ist/Instagram
JAKARTA, (ERAKINI) —Harvard University merupakan kampus unggulan dunia yang banyak diincar calon mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Tiga alumni SMA Taruna Nusantara tercatat pernah mengenyam pendidikan di kampus bergengsi dunia yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, itu.
Harvard University dikenal karena tradisi akademiknya yang kuat serta alumninya yang menginspirasi. Tak heran bila universitas ini menjadi impian bagi jutaan pelajar dari seluruh dunia.
1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) AHY merupakan salah satu lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara angkatan 1997 (TN 5). AHY meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas, predikat sebagai lulusan terbaik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akmil.
AHY merupakan alumni SMA Taruna Nusantara yang saat ini menduduki posisi terbaik di pemerintahan. AHY menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Ia sebelumnya menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.
AHY menghabiskan sebagian masa kecilnya di Timor Timur saat ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bertugas di sana. Pada tahun 1984 hingga 1988, ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Kuntum Wijaya Kusuma di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Selanjutnya, dari tahun 1988 hingga 1991 AHY mengikuti sang ayah ke Amerika Serikat, dan bersekolah di David J Brewer School, Leavenworth, Kansas. Di sekolah tersebut AHY meraih berbagai prestasi, termasuk memenangkan Spelling Contest dan menerima penghargaan dari Presiden AS George HW Bush.
Pendidikan menengah pertamanya dijalani di SMPN 5 Kota Bandung pada 1991. Namun, perpindahan tugas ayahnya membawa AHY pindah lagi ke SMPN 20 Jakarta pada tahun 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama, AHY melanjutkan pendidikannya di SMA Taruna Nusantara, Magelang, pada tahun 1994.
Lulus dari SMA Taruna Nusantara, AH melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan lulus tahun 2000 dengan meraih dua penghargaan bergengsi. Ia dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik (Adhi Makayasa) dan Tri Sakti Wiratama,prestasi tertinggi dengan penilaian kolektif dari mental, fisik, dan kecerdasan intelektual.
Setelah lulus Akmil, AHY melanjutkan pendidikan militer di berbagai tempat, termasuk Pendidikan Dasar Infanteri TNI AD, Kursus Combat Intel pada 2001, dan Pendidikan Operasi Lintas Udara di Army Infantry School pada 2002.
Dikenal cerdas, AHY tidak hanya fokus pada karier militer. AHY juga tetap mengejar pendidikan lanjutan di bidang administrasi publik dengan meraih gelar Master of Public Administration (MPA) di John F Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat pada 2010. Ia juga menyelesaikan pendidikan di US Army Advanced Officer School di Fort Benning pada 2011.
AHY juga tercatat menempuh pendidikan di George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University, serta US Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth.
Ia saat ini menjabat Cheif of Staff di Arsari Group dan Dewan Pengawas di America Indonesia Exchange Foundation. Ia juga saat ini tercatat sebagai Komisaris Independen Bank Neo Commerce. Pria kelahiran Bandung tahun 1985 tersebut ditetapkan sebagai Komisaris Independen Bank Neo Commerce dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 28 Mei 2021, dan resmi efektif menjabat sejak 1 September 2022.
Pramoda menempuh pendidikan tinggi di berbagai institusi ternama dunia. Ia meraih gelar Sarjana (Bachelor of Communications) dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, pada 2008.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi pascasarjana dengan mengambil gelar Master of Business Administration (MBA) di Wharton School, University of Pennsylvania, serta MPA di Harvard University, pada 2015.
Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS) dengan fokus pada hubungan internasional.
Pramoda mengawali kariernya pada 2008 sebagai Junior Research Assistant di McKinsey & Company. Ia kemudian menapaki berbagai posisi strategis di perusahaan konsultan global tersebut, mulai dari Business Analyst, Associate, hingga Engagement Manager.
Selain di McKinsey, ia juga sempat berkarier di Ernst & Young dan perusahaan investasi global General Atlantic. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya di bidang strategi bisnis, investasi, dan manajemen.
Setelah berkiprah di sektor swasta, Pramoda turut berkontribusi di lingkungan pemerintahan sebagai Staf Khusus Mendikbudristek 2019-2024.
Reza Abdurahman dikenal sosok profesional muda Indonesia yang menorehkan prestasi sejak bangku sekolah hingga berkarier di perusahaan teknologi global.
Ia tercatat sebagai peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) IX tahun 2010 di bidang Informatika/Komputer. Reza juga menjadi bagian dari tim Indonesia dalam ajang International Conference of Young Scientist (ICYS) 2011 di Rusia. Kompetisi tersebut merupakan ajang bergengsi bagi peneliti muda tingkat SMP dan SMA dari berbagai negara di Eropa, Amerika, dan Asia, dengan proses seleksi nasional yang ketat.
Lulus dari SMA Taruna Nusantara, Reza melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Industri pada 2012 dan meraih gelar Bachelor of Science (BSc).
Reza kemudian memperdalam ilmu manajemen dengan menempuh program Master of Business Administration (MBA) di Harvard Business School. Selain itu, Reza juga pernah mengikuti program eksekutif di Stanford University Graduate School of Business melalui Stanford Institute of General Management (SIGM).
Reza terjun ke dunia profesional pada 2016. Ia memulai karier sebagai Business Analyst di McKinsey & Company Juni 2016 – Juli 2018. Setelah itu, ia bergabung dengan Grab dan menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari City Manager (uli 2018 – Februari 2019), Strategic Projects Manager (Februari 2019 – Februari 2020), hingga Head of Product Strategy & Operations (Februari 2020 – Agustus 2021).
Kariernya kemudian berlanjut di Wayfair, perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat, dengan fokus pada pengembangan produk berbasis data dan machine learning. Di sana, ia menjabat sebagai Product Manager untuk real-time streaming (Agustus 2023 – Februari 2024), hingga menjadi Senior Product Manager di platform data dan ML (Februari 2024 – Oktober 2024).
Sejak Januari 2025 hingga sekarang, Reza menjabat sebagai Product Manager di Block, perusahaan teknologi finansial global milik pendiri Twitter Jack Dorsey.