Kondisi air yang meluap dipicu hujan deras di Tolitoli, Minggu (26/10/2025). Sebanyak 171 rumah di terendam. (Foto: Instagram/BPBD Sulteng).
JAKARTA, (ERAKINI) - Hujan, angin kencang dan sungai yang meluap terjadi akhir pekan terakhir di bulan Oktober 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah peristiwa bencana alam yang melanda beberapa wilayah Indonesia hingga Minggu (26/10/2025) pukul 07.00 WIB.
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari sebagaimana dilansir Erakini dari laman resmi BNPB, Senin (27/10/2025). Cuaca ekstrem dan banjir menjadi penyumbang utama rentetan kejadian bencana di Tanah Air. Berikut ini rinciannya!
Lumajang Diterjang Banjir Setelah Hujan Lima Jam Tanpa Henti
Bencana pertama datang dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hujan deras yang mengguyur selama lebih dari lima jam pada Jumat (24/10/2025) malam pukul 20.53 WIB membuat Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, terendam banjir. Air menggenangi permukiman warga dan memaksa ratusan keluarga bertahan di rumah masing-masing. Sebanyak 395 rumah tercatat terdampak oleh luapan air tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang langsung dikerahkan untuk melakukan pemantauan dan penilaian kerusakan. Bantuan darurat pun segera disalurkan kepada masyarakat berupa 1.200 kaleng lauk pauk, 400 kaleng makanan tambahan bergizi, serta 5.000 liter air bersih. Hingga Sabtu sore (25/10/2025), kondisi berangsur membaik, cuaca berawan dan genangan air sudah mulai surut.
Sungai Meluap, 171 Rumah di Tolitoli Terendam
Masih di hari yang sama, banjir juga menerjang Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Minggu (24/10/2025) sekitar pukul 17.00 WITA. Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat Sungai Lembe meluap, sementara sistem drainase perkotaan tak mampu menampung debit air.
BPBD Kabupaten Tolitoli melaporkan sedikitnya 171 rumah warga terendam, serta tiga sekolah, dua rumah ibadah, satu fasilitas kesehatan, dan satu ruas jalan utama ikut tergenang. Petugas gabungan telah melakukan pendataan, pemantauan lapangan, serta pembersihan lumpur dan puing sisa banjir agar aktivitas warga bisa kembali normal.
Padang Pariaman Dihantam Angin Kencang, Pohon dan Atap Berjatuhan
Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat pagi (24/10/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.
Hujan deras yang disertai angin berkecepatan tinggi menumbangkan sejumlah pohon besar hingga menutup akses jalan dan menimpa rumah warga. Data sementara mencatat 10 rumah mengalami kerusakan, dan tujuh titik jalan raya tertutup pohon tumbang. BPBD Padang Pariaman bersama pemerintah nagari segera bergerak mengevakuasi pohon yang menimpa rumah dan membersihkan badan jalan agar jalur transportasi kembali terbuka.
Menghadapi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di musim hujan, BNPB mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak lengah.
Kepala BNPB menegaskan pentingnya langkah-langkah antisipatif, antara lain memangkas pohon yang rawan tumbang, memeriksa kondisi atap dan kekuatan struktur rumah, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk tiga hari, dan rutin memantau prakiraan cuaca resmi dari BMKG atau kanal pemerintah lainnya.