Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta untuk mengamankan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Senin (15/6/2026). Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta untuk mengamankan kunjungan kenegaraanPresiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Senin (15/6/2026). Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional guna memastikan kelancaran agenda kenegaraan tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya akan melakukan pengaturan arus kendaraan pada jalur yang dilalui rombongan Presiden Jerman selama berada di Ibu Kota.
"Kami mohon pengertian masyarakat apabila beberapa ruas jalan mengalami kepadatan yang lebih tinggi dari biasanya," kata Komarudin dalam keterangannya.
Sejumlah ruas jalan yang masuk dalam rute perjalanan tamu negara tersebut antara lain Jalan Halim Perdanakusuma, MT Haryono, Gatot Subroto, Asia Afrika, Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Utara, Garnisun Dalam, Prof Dr Satrio, hingga Jalan Perwira.
Berdasarkan jadwal yang diterima kepolisian, rombongan Presiden Steinmeier dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.00 WIB dan akan meninggalkan Jakarta pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.
Meski demikian, Komarudin menegaskan tidak akan ada penutupan jalan sepanjang hari. Rekayasa lalu lintas hanya dilakukan secara sementara saat iring-iringan kendaraan Presiden Jerman melintas.
"Penutupan jalan hanya akan dilakukan saat rangkaian kebesaran melintas," ujarnya.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di kawasan Jakarta Pusat maupun di jalur-jalur yang menjadi lintasan rombongan tamu negara diimbau untuk mengantisipasi perjalanan dan memilih rute alternatif guna menghindari kemacetan.
"Masyarakat diminta untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama," kata Komarudin.
Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dengan agenda utama memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste membeberkan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Jerman mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara berkembang yang memiliki peran penting di tingkat global, termasuk Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama," ujar Beste.
Menurut dia, pesan utama dari kunjungan Presiden Steinmeier sangat jelas, yakni menegaskan bahwa Jerman merupakan mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia.
"Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia," katanya.
Beste menambahkan, penguatan kerja sama di berbagai sektor menjadi fokus utama dalam kunjungan tersebut, sejalan dengan keinginan Jerman untuk memperdalam kemitraan dengan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang berpengaruh di kawasan.