JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi pada 19 - 21 April 2024 di sejumlah wilayah Indonesia.
Berikut daftarnya:
Sebagian besar Sumatera terutama bagian pesisir barat
"Maka dari itu, khusus kepada pemudik yang akan kembali ke perantauan untuk berhati-hati dan senantiasa waspada. Ikuti arahan dan imbauan pemerintah," tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4/2024).
"Khusus masyarakat yang bertempat tinggal daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang," sambung BMKG.
Sebelumnya, BMKG juga mengungkap analisa penyebab Indonesia masih dilanda hujan yang menyebabkan banjir dan longsor. BMKG menyebut keadaan ini masih akan terjadi hingga 21 April 2024 mendatang.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, sederet fenomena dinamika atmosfer telah memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Menurut dia, fenomena tersebut antara lain, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang diperkirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah hingga utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
“Fenomena itu dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut dalam sepekan ke depan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/4/2024).
Guswanto menuturkan, fenomena lain yang terjadi yaitu gelombang atmosfer Kelvin yang diperkirakan aktif di wilayah Sumatera dalam sepekan ke depan Fenomena itu berpotensi menimbulkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau berada di Laut Cina Selatan Utara Kalimantan dan Samudra Pasifik utara Papua. Sirkulasi-sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi memanjang dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, di laut Seram dan dari Papua Barat hingga Papua Pegunungan serta membentuk daerah konfluensi Laut Sulu dan Laut Seram hingga Teluk Cendrawasih.
"Labilitas atmosfer pada skala lokal yang terpantau masih cukup kuat juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," tuturnya.
"Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Kondisi ini berlangsung sebagian wilayah Indonesia hingga 21 April 2024," pungkasnya.