Libur panjang kenaikan kelas segera berakhir. Siswa kini bersiap memasuki tahun ajaran baru 2025/2026. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Libur panjang kenaikan kelas segera berakhir. Siswa kini bersiap memasuki tahun ajaran baru 2025/2026.
Berdasarkan kalander akademik, masuk sekolah umumnya dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Para siswa pasti sudah tidak sabar untuk memulai sekolah, terutama murid baru.
Namun ayah dan wajib tahu, terdapat ada beberapa hal yang harus disiapkan untuk menyambut , agar anak tidak kaget dan siap menghadapi lingkungan baru sekolah dengan baik.
Dirangkum Erakini dari berbagai sumber, Jumat (11/7/2025), berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ayah dan bunda dalam menyambut anak mulai masuk sekolah:
1. Membiasakan Kembali Waktu Tidur dan Bangun
Selama liburan sekolah, rutinitas harian mungkin berubah. Anak-anak ada yang terbiasa tidur malam dan bangun siang. Maka, mulailah menyesuaikan kembali jadwal tidur dan bangun agar anak-anak dapat beradaptasi dengan jadwal sekolah yang baru. Konsistensi dalam rutinitas membantu mereka menyesuaikan diri dengan baik.
Persiapkan juga anak untuk membentuk kebiasaan baru, seperti mandiri dalam aktivitas sehari-hari dan menjaga kebersihan diri. Dorong anak untuk lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari seperti berpakaian, mengatur materi sekolah, dan mengatur waktu secara efektif.
2. Persiapkan Perlengkapan Sekolah
Pastikan anak-anak memiliki semua perlengkapan sekolah yang diperlukan sebelum tahun ajaran dimulai. Sebelum tahun ajaran baru dimulai, para orang tua disarankan untuk membuat daftar perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh anak. Daftar ini termasuk seragam, tas, sepatu, buku pelajaran, alat tulis, dan barang-barang lain yang ditentukan oleh sekolah.
3. Melibatkan Anak dalam Perencanaan
Libatkan anak-anak dalam merencanakan tahun ajaran baru. Diskusikan bersama tujuan-tujuan mereka dan buatlah rencana untuk mencapainya. Hal ini dapat mencakup target akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial di sekolah.
4. Mempersiapkan Mental dan Emosional Tahun ajaran baru bisa menimbulkan beragam emosi pada anak-anak, apalagi anak yang baru masuk SD. Anak-anak seringkali memiliki rasa takut dan kekhawatiran tentang tahun ajaran baru, seperti bertemu teman baru, guru-guru baru atau menghadapi tugas-tugas baru yang mungkin akan lebih sulit.
Jadi, berikan dukungan dan yakinkan anak bahwa setiap tantangan dapat diatasi dengan usaha dan kemauan. Jadilah pendukungnya dalam setiap langkah yang diambilnya. Berikan pujian atas prestasi yang dicapai dan berikan semangat ketika menghadapi kesulitan. Dengan dukungan yang kuat, anak akan merasa lebih yakin dan siap untuk menghadapi tahun ajaran baru.
5. Asah Kembali Keterampilan Akademik
Setelah liburan, bantu anak-anak untuk mengasah kembali keterampilan akademik mereka seperti membaca, menulis, dan menghitung. Hal ini membantu mereka memulai tahun ajaran dengan percaya diri dan siap menghadapi tantangan di kelas.
Bantu juga anak mengembangkan keterampilan sosial, seperti berkomunikasi dengan baik, berbagi, dan bekerja dalam tim. Keterampilan sosial sangat penting untuk perkembangan dan kesuksesan anak secara keseluruhan di sekolah. Dorong anak Anda untuk berkomunikasi secara efektif, berbagi dengan orang lain, dan bekerja secara kooperatif dalam tim.
6. Dampingi Anak Selama MPLS
Jika anak baru masuk sekolah baru, terutama bagi SD dan SMP, penting untuk mengenalkan mereka pada lingkungan sekolah tersebut sebelum tahun ajaran dimulai. Termasuk dengan aturan dan peraturan sekolah.
Terkait hal ini akan ada Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) selama lima hari. Selama MPLS ini orang tua sebaiknya mengantar dan menunggu anak di sekolah. Bahkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah meminta orang tua untuk nengantar anak di hari pertama sekolah. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa aman dan percaya diri pada anak.
7. Komunikasi dengan Guru
Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru sangat penting untuk mendukung perkembangan anak di sekolah. Tetap terhubung dengan guru melalui pertemuan orang tua-guru, atau melalui WhatApps. Dukung pembelajaran anak di rumah dengan meminta masukan dari guru tentang perkembangan anak.