Ketua PBNU Gus Fahrur saat menyampaikan sambutan pada salah satu kegiatan PBNU di Jakarta, beberapa waktu yang lalu (Foto: NU Online)
JAKARTA, (ERAKINI) - Sosok KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terlebih bagi mereka yang beragama Islam dan berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Gus Fahrur cukup sering tampil di berbagai acara televisi sebagai narasumber menyangkut peristiwa dan isu sosial keagamaan di tengah-tengah masyarakat.
Gus Fahrur juga kerap muncul di beranda media sosial saat memberikan ceramah atau pengajian kepada jemaahnya. Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan seminar yang membahas masalah agama, tidak pernah absen membersamai masyarakat.
Aktivitas itu lah yang membuat nama Gus Fahrur dikenal luas di kalangan wartawan. Tanpa lelah, Gus Fahrur selalu menjawab setiap pertanyaan wartawan yang meminta tanggapannya soal berbagai peristiwa yang terjadi, baik kapasitasnya sebagai tokoh agama, maupun sebagai Wasekjen MUI dan Ketua PBNU.
Seperti apa sosok Gus Fahrur? yuk mengenal lebih dekat.
Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (5/2/2025), Gus Fahrur adalah ulama NU yang lahir di Desa Bululawang, Kabupaten Malang, pada 30 November 1971. Saat ini, beliau menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Malang, Jawa Timur.
Pesantrennya di Malang termasuk salah satu pesantren terbesar. Selain aktif sebagai pengajar, Gus Fahrur juga dikenal sebagai Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI). Kiprah lainnya yaitu Ketua Bidang Keagamaan PBNU 2023-2027 dan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus MUI di bidang Fatwa.
Gus Fahrur dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kuat, di mana beliau dididik oleh kakeknya, KH Anwar Nur, pendiri Pondok Pesantren An-Nur Bululawang, dan ayahnya, KH Burhanuddin Hamid.
Pendidikan dini beliau banyak dihabiskan di pesantren An-Nur, dan masa remaja beliau dihabiskan dengan menuntut ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengalaman beliau di pesantren Lirboyo membentuk karakter dan kecerdasannya dalam memahami berbagai permasalahan agama.
Kini, Gus Fahrur meneruskan amanah untuk memimpin Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, yang merupakan peninggalan kakeknya. Pesantren ini telah berkembang pesat menjadi An-Nur 1, 2, dan 3, yang menjadi rujukan pendidikan agama bagi masyarakat di Malang dan sekitarnya. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Al-Qolam yang mengelola Perguruan Tinggi Qolam di Gondanglegi, Malang.
Kepemimpinan Gus Fahrur di dunia pesantren sudah terlihat sejak masa remaja, ketika beliau aktif dalam lembaga Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada 1992 hingga 1994. Kecerdasan dan kemampuannya dalam merumuskan serta memutuskan hukum-hukum fiqh membuatnya dipercaya sebagai Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail di PCNU Kabupaten Malang pada periode 1995 hingga 1998.
Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pondok Pesantren NU se-Indonesia (RMI) selama dua periode, dari tahun 1999 hingga 2010.
Pada Muktamar NU di Lampung tahun 2021, Gus Fahrur dipercaya untuk menjadi Ketua Tanfidziah PBNU bidang Keagamaan periode 2022-2027, di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris PWNU Jawa Timur (2014-2019) dan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur (2019-2022). Demikian informasi soal Gus Fahrur, semoga bermanfaat.