Profil Gus Baha, Mufassir dan Ahli Fiqih yang Junjung Tinggi Hidup Sederhana
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kehadiran ulama yang cerdas, terampil dan memberi contoh di tengah-tengah umat, sangat diperlukan. Hal ini supaya umat semakin mudah memahami dan meyakini terkait syariat yang telah ditetapkan Islam.
Selain itu, keberadaan ulama di tengah-tengah masyarakat telah berkontribusi besar terhadap perbaikan perilaku dan akhlak umat. Hal ini tentu sejalan dengan hadist nabi yang menyatakan bahwa ‘Aku (Nabi Muhammad) diutus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak’.
Sosok ulama yang diidam-idamkan itu melekat dari diri KH Bahaudin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha. Beliau dikenal sebagai ulama tafsir, ahli fiqih terampil dan pendakwah yang dapat menjelaskan syariat yang begitu sulit menjadi mudah dipahami.
Pengajian Gus Baha hingga hari tidak pernah sepi dari jemaah. Banyak muhibbin atau pecinta Gus Baha yang rela datang ke tempat Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah hanya untuk mengikuti pengajian yang Gus Baha pimpin.
Gus Baha adalah role model ulama yang diharapkan oleh semua kalangan dan umat Islam Indonesia saat ini. Terlebih ketika banyaknya pendakwah yang tidak memperhatikan akhlak dan etika ketika ceramah.
Seperti apa sosok Gus Baha? berikut ulasannya:
Dilansir dari berbagai sumber, Senin (23/12/20240, Gus Baha merupakan ulama yang lahir pada 29 September 1970. Gus Baha dikenal sebagai salah satu ahli tafsir terkemuka di Indonesia dengan pengetahuan mendalam tentang al-Qur'an. Ia merupakan murid dari Maimun Zubair, salah satu ulama kharismatik yang banyak memberikan pengaruh dalam perjalanan intelektual .
















