Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Abdul Rouf saat sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Expose Capaian Hasil Proyek Reformasi Mutu Pendidikan Madrasah (REP-MEQR) di Jakarta, Rabu (4/12/2024) (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Koordinasi Expose Capaian Hasil Proyek Reformasi Mutu Pendidikan Madrasah (REP-MEQR) di Jakarta pada Rabu (4/12/2024).
Acara tersebut dihadiri langsung Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Abdul Rouf; Direktur KSKK , M. Sidik Sisdiyanto; Ketua PMU REP , Arif Rahman; serta para Kasubdit, Kabid, dan pengelola pendidikan dari seluruh Indonesia.
Pertemuan dimaksudkan untuk mengevaluasi pencapaian proyek MEQR selama empat tahun terakhir sekaligus menyusun langkah strategis untuk keberlanjutan program.
“Rapat ini adalah momen penting untuk menilai sejauh mana pencapaian yang telah kita raih dan menyusun langkah-langkah konkret untuk masa depan,” ujar Abdul Rouf dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).
Abdul Rouf mengungkapkan bahwa proyek REP-MEQR telah berhasil membangun sistem yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah, seperti e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah) dan penguatan EMIS (Education Management Information System).
“Proyek ini berhasil menciptakan sistem seperti e-RKAM dan penguatan EMIS, yang menjadi dasar kuat untuk keberlanjutan mutu pendidikan madrasah,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi madrasah terhadap dinamika global untuk memastikan kualitas pendidikan madrasah, baik negeri maupun swasta, setara. Rouf mendorong kolaborasi antar madrasah dalam berbagi praktik terbaik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Rouf menegaskan bahwa pendidikan inklusif menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas.
“Kami berkomitmen memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ujarnya.
Kemenag juga telah menyusun rencana anggaran untuk mendukung keberlanjutan Program Pendidikan Guru (PPG) dan pengembangan sistem pendidikan ramah disabilitas.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari komitmen kami untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua PMU REP MEQR, Arif Rahman, menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru dan peningkatan kesejahteraan mereka.
“Sumber daya manusia adalah aset terpenting. Jika guru sejahtera, kualitas belajar mengajar pun akan meningkat,” katanya.
Inovasi dan Pencapaian Proyek
Arif Rahman melaporkan keberhasilan proyek REP-MEQR dalam mencapai target yang ditetapkan, khususnya dalam program Peningkatan Data dan Informasi (PDI) serta Aksesibilitas Informasi dan Reformasi Inovasi Sekolah (AIRIS).
“Semua target tercapai, bahkan melampaui ekspektasi. Ini bukti kerja keras tim dan dukungan semua pihak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa inovasi yang diimplementasikan, seperti e-RKAM, AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia), dan validitas data EMIS, telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
“Meskipun proyek ini akan berakhir, inisiatif yang terbukti efektif akan tetap kami lanjutkan. Ini adalah komitmen kami,” pungkasnya.
Dengan berbagai inovasi dan langkah strategis yang telah dirancang, Kemenag optimis dapat membawa madrasah Indonesia menuju pendidikan yang lebih maju dan merata.