Gebrakan Menteri PPPA, Aktif Advokasi hingga Inisiasi Rumah Bersama Indonesia
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hj Arifatul Choiri Fauzi di Istana Negara pada Senin (21/10/2024) lalu. Kementerian ini diharapkan dapat merumuskan kebijakan dan melaksanakan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Sosok Hj Arifatul Choiri Fauzi sendiri merupakan salah satu politikus kelahiran Madura pada 28 Juli 1969. Ia adalah aktivis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki peran signifikan dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di kalangan perempuan.
Sejak dilantik menjadi menteri, Arifatul rajin turun ke lapangan untuk mengadvokasi isu kekerasan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Bahkan, saat turun ke lapangan, Menteri PPPA tak segan mengobrol langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak terkait persoalan yang dihadapi.
Berikut gebrakan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam upayanya melindungi kelompok perempuan dan anak:
Advokasi ke masyarakat
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke Desa Watukebo, Banyuwangi pada 16 November 2024 lalu. Dalam kunjugnan itu, dia menjaring seluruh aspirasi darai pemerintah daerah dan masyarakat terkait program perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Menteri PPPA menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menteri PPPA menekankan bahwa semangat ”Anakmu adalah Anakku, Anak Kita Semua perlu ditanamkan di setiap komunitas.
Dalam dialog dengan masyarakat, Menteri PPPA membahas kesiapan dan mekanisme pelaporan kekerasan di Desa Watukebo. Meski struktur formal penanganan kasus di desa masih terbatas, kolaborasi dengan pihak seperti Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Satgas PPA telah berjalan efektif. Desa ini juga memiliki Ruang Lindu, fasilitas khusus untuk perlindungan dan mediasi bagi korban kekerasan.
Inisiasi Rumah Bersama Indonesia
Sejak dilantik, Menteri PPPA langsung membuat gebrakan dengan menginisiasi Rumah Bersama Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan serta pemenuhan hak anak. Upaya ini pada akhirnya diharapkan mampu mewujudkan perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Dalam kunjugnannya ke Jawa Tengah, Arifah Fauzi menyoroti angka pernikahan anak. Dia menekankan bahwa pencegahan kehamilan di luar nikah harus menjadi prioritas dalam upaya menurunkan angka pernikahan anak.
Selain itu, diperlukan peningkatan akses pendidikan, perubahan norma sosial, dukungan ekonomi untuk keluarga kurang mampu, serta penguatan peran orang tua dan masyarakat.
Terkait dengan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang tengah dikembangkan oleh Kemen PPPA, Menteri Arifah berharap Forum Anak dapat berkolaborasi dan memanfaatkan RBI sebagai tempat untuk belajar bersama, saling mengenal budaya, serta memperdalam rasa kebanggaan terhadap sejarah bangsa.
"Kami berharap anak-anak FAN dapat terus aktif di luar jam sekolah, memanfaatkan RBI sebagai ruang yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi diri," tuturnya.


















