Flyer kegiatan Tunas Gusdurian (Foto: panitia Tunas Gusdurian)
JAKARTA, (ERAKINI) - Jaringan Gusdurian akan menggelar Konferensi Pemikiran Gus Dur perdana sekaligus Temu Nasional (TUNAS) Gusdurian di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada 29-31 Agustus 2025 mendatang. Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir antara lain, Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH Husein Muhammad, Eks Menko Polhukan 2019-2024 Mahfud MD, hingga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Tak lupa akademisi dan penulis biografi Gus Dur Greg Barton, Badriyah Fayumi, Kamala Candrakirana, Laode M. Syarif, Tantowi J. Musaddad, Nissa Wargadipura, Dewi Kanti Setianingsih, dan Sandra Moniaga juga akan mengikuti kegiatan tersebut.
Panitia penyelenggara, Sarjoko mengatakan, konferensi diadakan untuk membahas pemikiran Gus Dur di berbagai isu serta untuk mengontekstualisasikannya dengan kondisi terkini.
"Sejak simposium satu tahun setelah Gus Dur wafat yang melahirkan sembilan nilai utama Gus Dur, belum pernah ada forum setingkat ini," ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Dia menyebut, konferensi kali ini berfokus pada tiga isu utama yakni isu agama sebagai etika sosial, demokrasi, dan keadilan ekologi.
Sarjoko menambahkan, forum ini terbuka untuk umum dan diperkirakan akan diikuti 2.000 peserta dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta diprediksi meningkat karena komunitas GUSDURian terus berkembang di berbagai daerah.
"Tahun ini, TUNAS juga menghadirkan learning space yang menjadi ruang berbagi pengetahuan lintas isu bersama para pakar," kata Joko.
Menurutnya, Jaringan GUSDURian punya peran untuk menjadi penyeimbang dan mengawal berbagai situasi kebangsaan. GUSDURian mengambil spirit Gus Dur sebagai penyeimbang kekuasaan agar masyarakat sipil kuat dan berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang adil dan setara.
"Dengan hadirnya GUSDURian diharapkan masyarakat bisa menjadi subjek pembangunan dan menuju cita-cita bangsa sebagai bangsa yang merdeka, adil, dan makmur," jelasnya.
Tunas Jaringan Gusdurian merupakan momen konsolidasi para penggerak GUSDURian. Kegiatan ini mengangkat tema “Meneladani Gus Dur, Menguatkan Indonesia” dan diikuti 2.000 peserta, terdiri dari Komunitas Gusdurian, sahabat dan murid Gus Dur, individu, lembaga, tokoh lintas agama, jejaring masyarakat sipil, serta para akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara serupa juga akan digelar pada rangkaian Tunas Gusdurian yakni Community Space: bazar dan pameran gerakan; Learning Space: ruang berbagi pengetahuan dan keterampilan yang diisi para pakar dan penggerak; serta dimeriahkan dengan Malam Budaya.