Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendatangi Yayasan Al Hidayah Getassrabi, Gebog, Kudus, Minggu (5/1/2025). Foto: Instagram @abe_mukti
KUDUS, (ERAKINI) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mulai memperkenalkan program Senam Anak Indonesia Hebat kepada pelajar. Senam ini diperkenalkan Abdul Mu'ti saat bernostalgia di madrasah ibtidaiyah (MI) almamaternya di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (5/1/2025).
"Mengisi akhir pekan dengan melakukan senam anak Indonesia hebat bersama guru dan siswa Yayasan Al Hidayah Getassrabi, Gebog, Kudus," tulis Abdul Mu'ti di akun Instagramnya @abe_mukti.
Abdul Mu'ti menjelaskan, Yayasan Al Hidayah Getassrabi merupakan lembaga yang menaungi RA Muslimat Manafiul Ulum, MI NU Manafiul Ulum 1 dan 2, MTs, MA, SMK, dan Pondok Pesantren Al Hidayah.
"MI Manafiul Ulum 02 merupakan sekolah pertama saya, dimana saya mulai dididik sebelum ke jenjang berikutnya," katanya.
Abdul Mu'ti sengaja memilih sekolah almamater ini sebagai lokasi sosialisasi dengan harapan bisa memberikan motivasi kepada siswa, sehingga mereka terinspirasi dan punya semangat menjadi generasi Indonesia hebat.
Senam Anak Indonesia Hebat merupakan program penguatan pendidikan karakter yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama, dengan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti turut serta melakukan senam bersama seribuan siswa dan guru dari MI Manafiul Ulum, MTs NU Al Hidayah, dan MA NU Al Hidayah.
"Pelaksanaan senam diselenggarakan sebelum pembelajaran. Karena sebelum masuk kelas ada tiga kegiatan yang disebut morning aseembly atau pagi ceria. Antara lain Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan Indonesia Raya, berdoa, dan baru masuk kelas," ujarnya dikutip dari antaraneews.
Ia berharap kegiatan senam ini dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap pagi. Di beberapa sekolah dengan fasilitas terbatas, kegiatan ini bisa dilakukan minimal dua kali dalam seminggu.
Abdul Mu'ti juga berharap agar senam ini dapat mendorong anak-anak untuk lebih aktif dan menghindari kebiasaan malas bergerak (mager). "Kami ingin anak-anak tidak malas bergerak, sehingga senam ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka," tambahnya.
Selain senam, Abdul Mu'ti dalam kunjungan ke Yayasan Al Hidayah Getassrabi juga mensosialisasikan Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini juga merupakan bagian dari program morning assembly.
Program ini meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cukup. Program ini mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, yang dimulai setelah libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Mendikdasmen ingin melalui kebiasaan-kebiasaan ini, anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan tubuh yang sehat, akhlak yang mulia, serta kemampuan akademik yang baik.