Menurut Dody, tim kementerian telah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi. Total 310 personel dikerahkan, terdiri dari 121 personel di Aceh, 85 personel di Sumatera Utara, dan 104 personel di Sumatera Barat.
Selain personel, dukungan alat berat juga disebar ke tiga provinsi tersebut.
Berikut rinciannya:
Aceh: 13 ekskavator, 9 loader, 16 dump truck, dan peralatan disaster relief unit (DRU) untuk pembersihan material.
Sumatera Utara: 27 ekskavator, 8 loader, 4 backhoe loader, serta tambahan alat berat yang sedang dalam perjalanan.
Sumatera Barat: 19 ekskavator, 11 dump truck, 6 wheel loader, serta pompa air dan mobile pump untuk penanganan genangan.
Dody memastikan jalur utama Langkat–Aceh Tamiang kini kembali dapat dimanfaatkan sebagai akses distribusi bantuan ke wilayah terdampak banjir dan longsor.
“Prioritas pertama kami adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan,” ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur teknis kementerian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Akses Medan-Aceh Mulai Pulih
Kementerian PU juga terus memantau kondisi lapangan sekaligus mempercepat pemulihan konektivitas jalan nasional di Aceh dan Sumatera Utara. Salah satu fokus utama ialah jalur di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Langkat, yang merupakan koridor penting distribusi bantuan ke wilayah perbatasan.
Akses jalan nasional dari Medan menuju Aceh Tamiang kini dilaporkan berangsur membaik. Kendaraan besar, termasuk angkutan logistik dan bantuan, sudah dapat melintasi jalur tersebut.
Sementara itu, Tol Medan-Pangkalan Brandan sepanjang 73 kilometer sudah dapat dilalui dua arah dan menjadi rute yang direkomendasikan bagi kendaraan menuju Aceh Tamiang.
Adapun ruas jalan nasional Pangkalan Brandan–Tanjung Pura hingga perbatasan Aceh masih berfungsi normal. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara memastikan jalur nasional dan tol berada dalam kondisi aman.
BBPJN Sumut juga terus melakukan pembersihan sedimentasi yang terbawa arus banjir di sejumlah titik jalan nasional. Pembersihan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Kementerian PU menargetkan sebagian besar penanganan darurat di koridor Sumatera Utara dapat diselesaikan sebelum 16 Desember 2025, menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.