Mendes Yandri Susanto (sebelah kiri) dan Rektor UIN Banten Prof Ishom (sebelah kanan) saat melakukan pertemuan di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (Foto: UIN Banten).
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk berkolaborasi dalam pengembangan desa tematik untuk memperkuat ekonomi desa.
Hal itu disampaikan Yandri saat menerima kunjungan pimpinan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Yandri menjelaskan bahwa Kemendes PDT saat ini tengah menggalakkan pembangunan desa tematik sebagai salah satu strategi percepatan pembangunan sekaligus penguatan ekonomi desa.
Menurut dia, desa tematik merupakan desa yang memiliki kekhasan dan keunggulan tertentu, baik dari aspek ekonomi maupun budaya, yang dikembangkan secara terarah sebagai pusat unggulan.
“Desa tematik dapat berbasis pada potensi lokal yang dimiliki masyarakat, seperti sentra perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, hingga sektor budaya. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga berdaya saing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Yandri.
Yandri mengatakan, keberhasilan program desa tematik tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Karena itu, Kemendes PDT mengajak UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk berperan dalam pendampingan masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian, serta pengembangan inovasi desa.
Program desa tematik sendiri menjadi salah satu fokus pengembangan desa yang terus didorong pemerintah guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Muhammad Ishom menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan desa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki banyak desa binaan yang dikelola oleh program studi, fakultas, maupun universitas. Karena itu, kami menyambut baik peluang kolaborasi ini sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Prof Ishom.
Prof Ishom berharap sinergi antara Kemendes PDT dan UIN Banten dapat melahirkan model pengembangan desa tematik yang berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Dalam pertemuan itu, Prof Ishom juga mengundang Menteri Desa untuk menghadiri acara pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara.
"Kebetulan tahun 2026 UIN Banten menjadi tuan rumah KKN Nusantara yang dipusatkan Kabupaten Lebak," pungkasnya.