Prof. Komarudin Rektor Terpilih UNJ Angkat 7 Pilar Akselerasi Bereputasi Dunia
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Prof. Komarudin kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Periode 2023-2027 pada Senin, (17/7/2023). Dalam program kerja di kepemimpinan Rektor UNJ Periode 2023–2027, Prof. Komarudin mengusung 7 pilar Akselerasi UNJ Bereputasi Dunia.
Tujuh (7) Pilar Akselerasi tersebut engangkat tagline “Great Reputation to Enlighten the Nation and the Globe” ini meliputi: (1) Penguatan Core Competency dan Kualitas Pendidikan Bertaraf Internasional; (2) Luaran Penelitian & P2M yang berdampak bagi masyarakat, DUDI, Negara, dan Dunia; (3) Penguatan Publikasi, Sitasi, Sumber Informasi, dan Publisitas; (4) Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Universitas; (5) Penguatan SDM dan Kepakaran; (6) Optimalisasi Aset, dan Penguatan Infrastruktur Sistem Teknologi Informasi untuk Income Generating; dan (7) Penguatan Peran Alumni dan Jejaring Kerja Sama Nasional dan Internasional.
Prof. Komarudin menyampaikan bahwa saat UNJ berubah statusnya menjadi PTN-BH, maka potensi aset yang dimiliki UNJ saat ini akan dikembangkan lebih luas lagi dalam rangka sebagai sumber pemasukan utama UNJ.
“Jadi PTN-BH seringkali dikaitkan dengan komersialisasi pendidikan. Untuk itu, saya sendiri menegaskan penolakan terhadap praktik komersialisasi pendidikan. Sebab layanan pendidikan tidak boleh komersial karena memiliki fungsi luhur untuk tingkatkan pendidikan bangsa,” jelasnya.
Maka, lanjutnya, untuk itu nantinya saat PTN-BH, kampus tidak boleh mengandalkan mahasiswa untuk pendapatan. Hal itu yang ditakutkan oleh khalayak. Terkait kesiapan finansial, potensi berbagai aset yang dimiliki oleh UNJ akan dimaksimalkan sesuai dengan pilar ke 6, yaitu “Optimalisasi Aset, dan Penguatan Infrastruktur Sistem Teknologi Informasi untuk Income Generating”, ungkap Prof. Komarudin.
“Dari 7 pilar tersebut, masing – masing program kerjanya didasarkan dan diselaraskan untuk terus menyukseskan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan menanggulangi persoalan ‘3 dosa besar pendidikan’ yang sering dikampanyekan oleh Nadiem Makarim selaku Mendikbudristek, yakni Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleran. Misalnya saja pada program MBKM, pada pilar ke-1 yaitu “Penguatan Core Competency dan Kualitas Pendidikan Bertaraf Internasional”, capaian yang sudah diraih UNJ saat ini akan terus ditingkatkan melalui peningkatan Kampus Mengajar, Magang Bersertifikat, Studi Independen, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Wirausaha Merdeka, dan Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA)”, ungkap yang juga Ketua Bidang Kampus Mengajar Majelis Rektor PTN se-Indonesia.

















