KARO (ERAKINI)-Warga enam desa dan tiga dusun di Kabupaten Karo, Sumatra Utara membangun monumen berupa patung Presiden Jokowi. Pembangunan patungJokowi ini merupakan bentuk apresiasi atas keseriusan Presiden Jokowi dalam menangani kerusakan jalan.
Ide pembangunan patung ini juga berasal dari sisa dana dimiliki warga saat melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan pada 2021 lalu. Saat itu, mereka mengadu ke .
“Sisa dari dana yang terkumpul mengantarkan oleh-oleh kepada Pak Jokowi ada sisa Rp 50 juta, itu yang akan kami timpa (tambah),” kata Ketua Panitia Pembangunan PatungJokowi, Adil Sebayang, Minggu (5/11/2023).
Adil mengatakan, pembangunan patung ini diperkirakan akan mengeluarkan biaya Rp 2,5 miliar.
“Kata Pak Boy Brahmana (arsitektur) hitungan biayanya Rp 2,5 miliar,” ujarnya.
Adil mengatakan, kekurangan dana tersebut akan dikumpulkan melalui sumbangan warga. Namun, bila ada pihak yang bersedia menyumbang, mereka sangat terbuka.
“Itu yang kami timpa (tambah) dan akan rencana dikutip uang swadaya dari masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, Bobby Nasution selaku perwakilan dari keluarga sekaligus Wali Kota Medan berharap agar patungJokowi itu selesai dengan baik. Tidak terbengkalai di tengah pengerjaan.
“Dan saya sampaikan Pak Kades, ini monumen Juma Jokowi yang dicanangkan harus selesai,” kata Bobby.
Monumen patungJokowi berdiri di Bukit Beru Simelo, Liang Melas Datas, Desa Kutambelin, Lau Baleng, Kabupaten Karo.
Terkait rencana ini, Presiden Jokowi sendiri telah mempersilahkan kepada warga enam desa dan tiga dusun di Kabupaten Karo, Sumatera Utara untuk mendirikan monumen Juma (ladang) Jokowi.
"Selamat sore. Silakan Pak Kades," ucap Presiden melalui panggilan video menggunakan gawai milik menantunya Bobby Nasution yang juga Wali Kota Medan.
Jokowi menjelaskan tugas pemerintah adalah melayani rakyat, membangun infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lain sebagainya.
"Tugas pemerintah itu, melayani rakyat. Tugas membuat jalan itu, sudah tugas pemerintah. Yang paling penting pembangunan jalan ini dilakukan sewajarnya," ungkap Presiden.
Adil Sebayang lantas menanyakan harapan Presiden Jokowi karena beberapa saat lagi akan dilakukan peletakan batu pertama monumen Juma Jokowi.
Monumen Juma Jokowi direncanakan akan dibangun setinggi enam meter dengan kedalaman pondasi sekitar 1,5 meter di Bukit Beru Simelo, Desa Kutambelin, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo.
Mendengar hal tersebut, Presiden Jokowi tertawa sumringah dan mengaku senang dengan mengucapkan terima kasih ke masyarakat Liang Melas Datas.
"Pak kades dan seluruh warga, saya senang kalau masyarakat senang, itu aja. Saya ikut rakyat aja. Terima kasih pak kades, seluruh warga di Liang Melas Datas. Terima kasih, selamat siang," ungkap Jokowi.
Diketahui, Liang Melas Datas merupakan nama wilayah terdiri atas enam desa dan tiga dusun di empat kecamatan, seperti Kutambelin di Lau Baleng, Polatebu di Kutabuluh, Suka Julu, Kutambaru Punti dan Batu Mamak di Tiga Binanga, serta Kuta Pengkih di Mardinding.
Masyarakat merasa Jokowi pemimpin yang mendengar keluh kesah masyarakatnya. Karena itu, 2 tahun yang lalu, beberapa kepala desa di Kabupaten Karo menyamoaikan keluhannya dengan membawa oleh-oleh jeruk sebanyak tiga ton.
Tidak lama setelah warga Liang Melas Datas memberikan tiga ton buah jeruk ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 6 Desember 2021, infrastruktur jalan di Liang Melas Datas langsung diperbaiki.
Sepanjang 37,2 kilometer infrastruktur jalan di Liang Melas Datas mulai diperbaiki karena lebih dari 30 tahun dalam rusak, di antaranya hingga kini ruas jalan sudah diperbaiki sekitar 17 kilometer.
Warga Liang Melas Datas meminta infrastruktur jalan segera diperbaiki agar lebih mudah mendistribusikan hasil pertanian produk hortikultura, seperti jeruk, jagung, dan cabai merah mudah dipasarkan.