Dinilai Pemborosan, Pembangunan Patung Soekarno Tuai Kritik
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Rencana pemerintah membangun Patung Soekarno dengan nilai investasi Rp 10 triliun panen kritik. Salah satunya dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis.
“Ini tidak adil,” tulis Cholil Nafis dari Twitter, Minggu (27/8/2023).
Ia mengaku paham, bahwa penting mengenang sejarah. Salah satunya dengan membangun patung. Namun begitu, ia menilai pembangunan patung di kawasan Perkebunan Walini, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu terlalu besar. Menelan anggaran yang tak sedikit.
“Tapi besar-besaran dan jumlahnya banyak bahkan biayanya besar tentu itu pemborosan,” ucapnya.
Selain itu, patung presiden pertama Indonesia itu menurutnya terkesan mengkultuskan. Padahal ada banyak pahlawan di Indonesia.
“Apalagi mengarah pada pengkultusan satu pahlawan dan melupakan lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, kritik juga disampaikan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis). Mereka mempertanyakan tujuan dari pembangunan patung-patung Soekarno yang masif dilakukan di sejumlah daerah.
Selain di Sleman, Yogyakarta, patung Soekarno juga rencananya dibangun di Kabupaten Bandung Jawa Barat dengan ukuran besar. Bahkan diperkirakan anggarannya mencapai Rp 15 miliar.

















