Ilustrasi - BMKG menyebut bahwa cuaca Lebaran 2026 diprediksi akan kondusif, namun hujan deras masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi cuaca selama periode Hari Raya dan libur Idulfitri 1447 H/2026 secara umum diperkirakan cukup kondusif. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi di beberapa daerah.
Informasi tersebut disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu (12/2/2026), yang membahas kesiapan angkutan . memaparkan proyeksi curah hujan, dinamika atmosfer, hingga potensi banjir rob serta gangguan penerbangan selama masa mudik dan arus balik.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih berada pada puncak musim hujan yang umumnya terjadi pada Januari–Februari, sebelum berangsur menurun pada bulan berikutnya. Namun, hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. “Yang pertama perlu kami sampaikan bahwa saat ini kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari – Februari, kemudian akan melandai. Namun hujan dengan intensitas tinggi ini masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujarnya
Menurut prediksi BMKG, pada Februari 2026 curah hujan umumnya berada pada kategori rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, pada Maret 2026, hujan diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Kemudian, selama periode Hari Raya Idul Fitri, sejumlah fenomena atmosfer diprediksi masih aktif, antara lain Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia.
BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan terutama pada minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026.
- Periode 1-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan hingga hujan sedang.
- 1-10 Maret 2026: Hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua.
- 11-20 Maret dan 21–30 Maret 2026: Cuaca relatif serupa, didominasi hujan ringan hingga sedang.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis dan data terkini. Pada Maret 2026, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) perlu diwaspadai di kawasan Sumatera Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga Pasifik Utara.
Adapun dampak yang dapat ditimbulkan antara lain turbulensi dan petir pada rute penerbangan, serta hujan lebat, badai guntur, wind gust, dan wind shear di area bandara (aerodrome).
Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob pada Maret 2026 akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut. Wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan.
Namun demikian, secara umum, BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idul Fitri 2026 relatif kondusif dan tidak berpotensi menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat. Namun demikian, potensi hujan di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai.
Masyarakat dan seluruh pihak terkait diimbau oleh BMKG untuk terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, seperti bmkg.go.id dan Call Center 196, guna mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.