Ilustrasi – Wakil Presiden (Wapres) RI saat meninjau simulasi program makan bergizi gratis beberapa waktu lalu. Program makan bergizi gratis dimulai hari ini, Senin (6/1/2025) di 181 kecamatan. Akan ada 1 ahli gizi di setiap dapur. (Foto: Wapres RI)
JAKARTA, (ERAKINI) – ProgramMakan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan dimulai hari ini, Senin (6/1/2025) di 181 kecamatan dengan total 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang siap beroperasi.
Selain itu, akan ada 1 ahli gizi di setiap dapurMBG. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi. “Akan ada satu orang ahli gizi di setiap dapurMBG dan satu orang akuntan yang memastikan bahwa prosedur program berjalan dengan benar, mulai dari gizi hingga pengelolaan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Hasan Hasbi dalam keterangannya Minggu (5/1/2025) malam.
Program ini, kata dia, menargetkan pemberian makanan bergizi kepada pelajar di sekolah, ibu hamil, dan balita secara bertahap. Setiap dapurMBG, kata dia, akan dipimpin oleh satu orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia yang dikirimkan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Gizi Nasional (BGN), Lalu Muhammad Iwan Mahardan, mengatakan bahwa 190 titik SPPG yang tersebar di 26 provinsi, sudah siap melayani masyarakat dalam programMakan Bergizi Gratis yang dimulai Senin besok.
SPPG ini akan menjadi dapur bagi penyediaan makanan yang didistribusikan dalam programMBG, yang bertujuan untuk memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. "Sebanyak 190 SPPG tersebut tersebar di 181 kecamatan yang terdaftar di Indonesia," kata Iwan.
Meskipun sebagian besar kecamatan memiliki satu mitra untuk mendukung SPPG, beberapa kecamatan seperti Kecamatan Tapos di Depok, Jawa Barat; dan Kecamatan Ngemplak di Boyolali, Jawa Tengah, memiliki lebih dari satu mitra, yakni masing-masing 5 dan 4 mitra.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah titik SPPG terbanyak, dengan 57 lokasi yang tersebar di 53 kecamatan. SPPG ini bekerja sama dengan satuan koperasi, yayasan, hingga perusahaan perseroan terbatas.
Jawa Tengah menyusul dengan 40 titik lokasi di 37 kecamatan, sementara Jawa Timur memiliki 30 titik SPPG. Program ini juga melibatkan titik-titik SPPG di provinsi lain, antara lain Aceh (6 titik), Bali (1 titik), DKI Jakarta (5 titik), hingga Papua Selatan (1 titik).
Berikut sebaran lengkap titik SPPG di seluruh Indonesia:
- Jawa Barat: 57 titik (53 kecamatan)
- Jawa Tengah: 40 titik (37 kecamatan)
- Jawa Timur: 30 titik
- Aceh: 6 titik
- Bali: 1 titik
- Banten: 3 titik
- DI Yogyakarta: 3 titik
- DKI Jakart: 5 titik
- Gorontalo: 1 titik
- Kalimantan Selatan: 2 titik
- Kalimantan Timur: 1 titik
- Kalimantan Utara: 1 titik
- Kepulauan Riau: 8 titik
- Lampung: 4 titik
- Maluku: 2 titik
- Maluku Utara: 2 titik
- Nusa Tenggara Timur: 1 titik
- Papua Barat: 2 titik
- Papua Selatan: 1 titik
- Riau: 3 titik
- Sulawesi Barat: 1 titik
- Sulawesi Utara: 1 titik
- Sulawesi Selatan: 8 titik
- Sulawesi Tenggara: 2 titik
- Sumatera Barat: 1 titik
- Sumatera Utara: 1 titik.