Profil KH EM Najib Hasan, Murid Gus Mus yang Tak Kenal Lelah Merawat Masjid dan Makam Sunan Kudus
Abdul Rahman Ahdori






Selama hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas dan menjunjung tinggi pelestarian budaya, terutama peninggalan Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Ash-Shadiq.
Dalam pengakuannya, KH EM Najib Hasan sudah menjadi pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus atau YM3SK sejak tahun 1986. Sedangkan jabatan ketua yayasan diembannya usai menyelesaikan perkuliahan di IAIN (kini UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
“Setelah lulus kuliah, saya mulai fokus membangun yayasan dan melestarikan segala tradisi dan uri-uri budaya Kanjeng Sunan Kudus sampai sekarang,” katanya dalam tayangan wawancara di youtube NU Online, seperti dilihat erakini, Jumat (9/2/2024).
Sebagai ketua yayasan yang mengurus peninggalan salah satu Wali Songo, ilmu agama menjadi modal bagi siapapun yang menjabatnya. Karena itu, dia terus menimba ilmu agama Islam kepada sejumlah guru, antara lain kepada KH HM Sya'roni Ahmadi, KH Turaichan Adjhuri dan kepada Gus Mus atau KH Ahmad Mustofa Bisri.
”Saya mengenal tokoh-tokoh tersebut sejak saya bersekolah di Qudsiyyah. Saya kerap bertemu Gus Mus untuk berbagi ilmu,” ujarnya.
Selain aktif di Yayasan Menara, mendiang KH EM Najib juga mengabdi di Nahdlatul Ulama sejak tahun 1998. Almarhum aktif menjadi pengurus sejak di tingkatan MWC hingga PWNU Jawa Tengah tahun 2012. Barulah Kemudian pada 2015, almarhum diberi amanah menjadi Ketua Bahtsul Masail NU Kudus.
Diketahui, KH EM Najib Hasan wafat pukul 11.30 WIB, tepatnya sebelum salat Jumat. Almarhum sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Kini sang organisatoris sekaligus kiai itu telah berpulang untuk selama-lamanya. Mudah-mudahan almarhum khusnul khotimah. Al Fatihah!

