Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyalurkan bantuan ke warga terdampak bencana banjir bandang di Aceh Tamiang (Foto: Kemenhaj)
JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan masif dan merenggut hingga ribuan korban jiwa.
Sebagai bentuk tanggap cepat, Dahnil turun langsung ke sejumlah titik terdampak banjir bandang untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan. Dalam kunjungan itu, ia menyalurkan 20 ribu ton beras serta 30 ribu liter air bersih bagi warga yang tengah bertahan di lokasi pengungsian.
“Kami membawa amanah dari Pak Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Aceh Tamiang. Ada lebih dari 20 ton beras, 30 ribu liter air bersih, dan berbagai kebutuhan mendesak yang bisa langsung digunakan warga di pengungsian,” ujar Dahnil, dikutip dari situs resmi Kemenhaj, Rabu (10/12/2025).
Selain bantuan pangan, rombongan Wamenhaj juga membawa perlengkapan ibadah, genset, air mineral, serta perangkat komunikasi dan jaringan internet. Menurut Dahnil, dukungan tersebut penting agar warga tetap dapat menjalankan aktivitas esensial, seperti beribadah, menghubungi keluarga, hingga mengakses informasi bantuan.
Dahnil menegaskan, misi kemanusiaan ini tidak hanya difokuskan di Aceh Tamiang. Bantuan serupa juga disalurkan ke wilayah lain yang terdampak parah, termasuk Tapanuli Tengah.
“Kami menggunakan pesawat Hercules untuk menyerahkan bantuan serupa bagi para korban bencana di sana,” ujarnya.
Bagi warga yang kehilangan rumah, kesulitan mendapatkan air bersih, hingga kehilangan rasa aman, kehadiran bantuan tersebut memberi sedikit kelegaan. Di tengah ketidakpastian, para pengungsi kembali menemukan secercah harapan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tiga pekan setelah banjir melanda Aceh hingga Sumatera Barat, jumlah korban jiwa mencapai 969 orang. Selain itu, terdapat sekitar 5.000 warga terluka, sementara 262 orang masih dinyatakan hilang.
Hingga kini, proses pencarian dan penanganan korban masih terus dilakukan, bersamaan dengan penyaluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.