Said Didu Ogah Mediasi dengan Apdesi: Saya Memperjuangkan Rakyat!
Thomas Pulungan
TANGERANG, (ERAKINI) - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu dengan tegas menolak penyelesaikan kasus hukum yang sedang menjeratnya melalui mekanisme mediasi atau musyawarah.
Upaya mediasi ditawarkan oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tangerang selaku pihak yang melaporkan Said Didu ke polisi. Said Didu dipolisikan dalam kasus dugaan penyebaran berita hoaks atau penyebaran informasi yang sifatnya menghasut dan menimbulkan kebencian.
"Saya tidak merasa bermusuhan dengan Apdesi. Saya hanya memperjuangkan rakyat, jadi apa yang harus dimediasi?" ujar Said Didu, Rabu (20/11/2024).
Said Didu menjelaskan bahwa dalam perkara ini, fokus utamanya bukan pada mediasi atau musyawarah, melainkan untuk membuktikan bahwa pernyataannya tidak mengandung unsur hoaks atau informasi yang menghasut serta menimbulkan kebencian, seperti yang dituduhkan oleh pihak Apdesi.
"Saya tidak mengejar persoalan mediasi, tetapi untuk membuktikan bahwa apa yang saya sampaikan bukan hoaks," katanya.
Dia juga menegaskan bahwa kasus ini akan menjadi ajang untuk membuktikan kritikan dan realitas sosial masyarakat terkait kebijakan pembangunan di kawasan Pantai Indah Kosambi (PIK) 2, Kabupaten Tangerang. "Saya tidak pernah memusuhi siapa pun. Saya memperjuangkan rakyat, itu yang penting," tambahnya.
Said Didu mengungkapkan bahwa kritik yang disampaikannya kepada publik bukanlah untuk menyerang secara pribadi, tetapi lebih kepada ketidakadilan dalam kebijakan pembangunan, khususnya terkait proyek PIK 2.
















