Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate Dr. Sukardi Abbas (berdiri) saat menjadi narasumber dalam Talkshow KSM dan MYRES 2024 di asrama haji Ternate, Maluku Utara, Kamis (5/9/2024). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini)
TERNATE, (ERAKINI) - Pesatnya perkembangan era digital membuat madrasah dihadapkan pada tantangan untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi global tetapi juga keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas.
Keterampilan tersebut kini menjadi kebutuhan mendasar bagi peserta didik. Terkait hal itu, Kompetisi Sains Madrasah () dan Madrasah Young Researchers (MYRES) punya peran strategis dalam menumbuhkan budaya akademik yang kuat sejak dini.
Demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate Dr. Sukardi Abbas saat menjadi narasumber dalam Talkshow KSM dan MYRES 2024.
"Pendidikan sains di madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan keterampilan ilmiah siswa sejak usia dini. KSM dan keterlibatan siswa dalam penelitian merupakan aspek krusial dalam membangun budaya akademik yang mendukung pencapaian serta pengembangan intelektual yang berkelanjutan," kata Sukardi di hadapan ratusan peserta Talk Show KSM dan MYRES 2024 di asrama haji Ternate, Maluku Utara, Kamis (5/9/2024).
Dalam menghadapi kekhawatiran global mengenai rendahnya minat siswa terhadap sains dan teknologi, terutama di Indonesia, menurutnya, KSM dan MYRES menawarkan solusi signifikan. Keduanya berfungsi sebagai platform untuk mengasah minat, memperdalam pemahaman konsep sains, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kreatif.
"KSM berfungsi sebagai dorongan utama bagi siswa untuk lebih antusias dalam mempelajari sains. Kompetisi ini sering kali melibatkan tantangan yang memerlukan pemecahan masalah serta pemikiran kritis dan analitis, keterampilan yang esensial dalam proses belajar dan kehidupan akademik," jelasnya.
Selain itu, KSM yang melibatkan eksperimen atau proyek praktis akan memberikan siswa kesempatan untuk menerapkan pengetahuan teoritis dalam situasi nyata, memperkuat pemahaman mereka tentang konsep ilmiah.
"Siswa madrasah akan didorong untuk bekerja sama dalam tim, meningkatkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi, serta membuka wawasan mereka tentang berbagai karir di bidang sains dan teknologi. Sehingga, kompetisi ini juga menantang siswa untuk berpikir kreatif dan menemukan solusi inovatif untuk berbagai masalah, yang sangat penting dalam pengembangan intelektual mereka," imbuhnya.
Peran strategis lainnya dalam mengembangkan kompetensi yaitu di ajang MYRES, terutama untuk budaya riset di madrasah. Ajang ini, kata dia, menyediakan platform bagi siswa untuk terlibat dalam proyek penelitian, memberikan mereka pengalaman langsung dalam menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke situasi dunia nyata.
"Program ini juga memperkenalkan siswa pada berbagai kareir di bidang sains dan teknologi, serta memberi mereka kesempatan untuk berinteraksi dengan profesional dan akademisi di bidang tersebut," katanya.
Dengan begitu, kata dia, KSM dan MYRES menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, menumbuhkan sikap percaya diri, dan membangun kebiasaan belajar mandiri serta keterampilan sosial.
"Dukungan dari keluarga dan sekolah sangat penting dalam mengenali serta mengembangkan potensi, minat, dan bakat anak. Dengan dukungan dari KSM dan MYRES, madrasah memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi ilmuwan dan peneliti yang kompeten serta berdaya saing global," katanya.
Program-program ini, kata Sukardi, tidak hanya memperkuat keterampilan akademik siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21 yang penting untuk sukses di dunia yang semakin kompleks.
"Dalam konteks Society 5.0, di mana literasi sains, lingkungan, informasi, budaya, dan kewarganegaraan semakin penting, KSM dan MYRES berperan dalam memastikan bahwa peserta didik madrasah tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, madrasah dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan," pungkasnya.