Presiden Jokowi didampingi Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari usai menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional dalam rangka Kesiapan Pemilu 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (30/12/2023). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengupayakan dana tunjangan kinerja bagi petugas penyelenggara pemilu, cair pada Januari 2024. Jokowi tidak ingin urusan tunjangan itu mengganggu tahapan Pemilu 2024.
"Saya belum bisa menjawab (memastikan) pada pagi hari ini, tetapi saya berusaha agar bulan Januari bisa selesai," ujar Jokowi saat Rapat Konsolidasi Nasional dalam rangka Kesiapan Pemilu 2024, di Istora Senayan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).
Pada kesempatan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari mempertanyakan perihal pencairan dana tunjangan kinerja petugas penyelenggara pemilu sebelum acara dimulai.
Menjawab pertanyaan itu, di hadapan sekitar 6.183 peserta dari perwakilan petugas KPU se-Indonesia, Jokowi menyampaikan hingga saat ini belum menandatangani berkas pencairan dana tunjangan tersebut.
Menurut Jokowi, sesuai informasi dari Kementerian Sekretariat Negara, berkas dana tunjangan kinerja KPU saat ini masih berproses di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
"Saya belum tanda tangan, kemudian langsung ke Mensetneg, ini posisi berada di mana? Ternyata posisi masih berada di Menpan RB," kata Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa tunjangan kinerja petugas merupakan salah satu urusan sensitif yang perlu segera dituntaskan demi kelancaran Pemilu 2024. Oleh karena itu, Jokowi ingin masalah tunjangan itu segera dituntaskan.
"Urusan-urusan sensitif seperti ini jangan sampai mengganggu tahapan pemilu," tegas Jokowi
Jokowi menambahkan, Pemilu 2024 merupakan pekerjaan besar dan memiliki tantangan kompleks yang melibatkan 204.807.222 orang, di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, serta 83.771 desa.
Kegiatan tersebut juga melibatkan 18 partai politik nasional dan enam partai lokal Aceh untuk pemilu eksekutif, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat provinsi dan kabupaten/kota (DPRD).
"Tak bisa dibayangkan, betapa sangat kompleks pemilu kita ini," katanya.
Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan hajat besar tersebut menuntut stamina tinggi dari kalangan petugas penyelenggara di lapangan yang akan bekerja dalam durasi panjang.
Jokowi tidak ingin kejadian tahun 2019 kembali berulang. Diketahui, sebanyak 894 petugas penyelenggara Pemilu 2019 meninggal dunia, dan 5.175 petugas lainnya dilaporkan sakit karena kelelahan.
"Ya ini memang pekerjaan besar. Tapi saya melihat direkrutmen kemarin memang sekarang dipilih banyak yang muda-muda, yang memiliki kondisi kesehatan lebih baik," kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan bahwa proses pemungutan suara Pemilu 2024 hanya tersisa 45 hari lagi. "Ini menuntut seluruh jajaran KPU dari pusat sampai daerah harus siap menjalankan pemilu yang jujur, adil, dan dipercaya oleh rakyat," tukasnya. (ant)