Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Setiap 20 Mei
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) — Setiap 20 Mei masyarakat Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas. Adapun dasar penetapan Harkitnas adalah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 dan Keppres No. 18 Tahun 2002.
Penetapan peringatan Harkitnas dinilai perlu mengingat Undang-undang Dasar 1945 pasal 4 ayat 1 dengan tujuan menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa agar memperkuat kepribadian, mempertebal rasa harga diri, dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan dan kesatuan.
Lalu bagaimana dengan sejarah Harkitnas? berikut ulasannya:
Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (20/5/2025), sejumlah peristiwa menandai masa kebangkitan ini, antara lain berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, Sarekat Islam yang didirikan lebih awal pada 16 Oktober 1905, serta ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Ketiga tonggak tersebut menjadi simbol awal bangkitnya nasionalisme dan semangat perlawanan terhadap penjajahan.
Sejarawan Merle Calvin Ricklefs mencatat, kesadaran kebangsaan ini merupakan hasil dari perubahan sosial yang dipicu oleh kebijakan Politik Etis Pemerintah Belanda. Kebijakan tersebut membuka akses pendidikan bagi segelintir rakyat pribumi yang kemudian tumbuh menjadi golongan terpelajar. Kelompok ini berperan besar dalam merintis organisasi modern yang kelak menjadi motor perjuangan kemerdekaan.
Pada awal abad ke-20, penduduk Hindia Belanda memang masih sangat terbatas dalam akses pendidikan. Namun, melalui pembukaan sekolah dasar dan menengah oleh pemerintah kolonial, muncul elit terdidik yang mulai menyuarakan pemikiran tentang kebebasan, persamaan, dan keadilan sosial—nilai-nilai yang mereka peroleh dari pendidikan barat.


















