Sejarah Hari Kartini, Pelopor Kebangkitan Perempuan di Indonesia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini, sosok pahlawan nasional yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di tanah air.
RA Kartini dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan perempuan di Indonesia. Melalui pemikiran dan tindakannya, Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesetaraan di tengah masyarakat feodal pada akhir abad ke-19.
Lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, Kartini berasal dari keluarga priyayi atau bangsawan Jawa yang cukup terpandang. Namun meskipun berasal dari kalangan elite, Kartini tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan yang dialami perempuan, terutama dalam hal pendidikan dan kebebasan pribadi.
Salah satu bentuk perjuangan Kartini yang paling dikenal adalah kegigihannya dalam menuntut hak perempuan untuk belajar. Saat perempuan pada umumnya dilarang bersekolah dan hanya dipersiapkan untuk menjadi istri dan ibu rumah tangga, Kartini justru mendorong pentingnya pendidikan sebagai jalan pembebasan perempuan dari keterbelakangan.
Ketika ia dipingit pada usia 12 tahun sesuai adat Jawa, Kartini tidak menyerah. Ia justru mengisi waktunya dengan membaca buku, majalah, dan surat kabar dari Eropa. Ia juga aktif menjalin korespondensi dengan teman-temannya di Belanda, salah satunya Rosa Abendanon, yang menjadi jembatan antara Kartini dan dunia luar.
Dari surat-surat itu, lahir gagasan-gagasan progresif mengenai kebebasan, kesetaraan, dan hak perempuan yang sangat maju untuk zamannya.


















