Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Pelatihan Multimedia Pesantren 2025 di 5 kampus, menyasar kyai muda dan ustaz pengajar kitab kuning untuk meningkatkan kapasitas-kualitas komunitas pesantren. (Foto: Humas UIN Raden Fatah).
PALEMBANG, (ERAKINI) – Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Program PelatihanMultimediaPesantren tahun 2025 di 5 perguruan tinggi. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menggembleng para kiai muda dan yang mengajar sejumlah di pondok untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas komunitas .
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) dalam program pelatihan tersebut. Adapun PelatihanMultimediaPesantren ini merupakan program beasiswa non-degree yang didanai dengan pendanaan kolaboratif anara LPDP-Kemenag.
Selain UIN Raden Fatah Palembang, 4 kampus lainnya yang ditunjuk Kemenag adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Gunungdjati Bandung dan Universitas Multi Media Nusantara.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Ruchman Basori datang meninjau seluruh proses dan fasilitas program tersebut yang didampingi oleh Ketua Tim Kerja Investasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset, Hendro Dwi Antoro beberapa hari lalu.
Selain peninjauan, Ruchman juga memberikan pengarahan serta motivasi kepada para peserta dan memberikan dorongan kuat kepada peserta untuk makin bersemangat mengikuti pelatihan yang berfokus pada penguatan keterampilan multimedia sebagai sarana pembelajaran kitab kuning dan dakwah di erada digital.
Ruchman menjelaskan bahwa pelatihanmultimedia merupakan kebutuhan penting bagi pondok pesantren di era digital. Menurutnya, Kyai Muda dan para Ustadz saat ini berhadapan langsung dengan generasi Z yang telah terbiasa dengan teknologi informasi, sehingga kemampuan mengajar, berkomunikasi juga berdakwah melalui media digital menjadi keterampilan baru yang harus dikuasai.
“Melalui program non-degree Puspenma ini, santri, alumni pesantren, kyai, dosen PTKI, dan seluruh keluarga besar Kementerian Agama berkesempatan meningkatkan kompetensi mereka,” katanya.
Kemampuan teknologi, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kemampuan beradaptasi, kata Ruchman, sangat dibutuhkan oleh kalangan pondok pesantren saat ini. “Pelatihanmultimediapesantren, akan membekali para peserta ketrampilan metodologi pembelajaran, penciptaan sumber belajar dan sekaligus penciptaan kultur dan tradisi pembelajaran yang menarik dan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Muhammad Adil turut hadir mendampingi monitoring tersebut bersama Wakil Rektor II, Prof Dr Abdul Hadi dan Kepala Laboratorium Terpadu, Yan Hery Darmansyah.
Dalam kesempatan itu, rektor menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan Kemenag kepada UIN Palembang, melalui Puspenma. “Kami akan jaga dengan melaksanakan program pelatihanmultimediapesantren ini dengan baik, dan diselenggarakan dengan berkualitas,” katanya.
Ia mengatakan, UIN Raden Fatah Palembang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan dalam memfasilitasi transformasi digital di lingkungan pesantren.
Diharapkan oleh Adil, melalui PelatihanMultimediaPesantren akan melahirkan kyai muda dan ustadz yang kreatif, adaptif, dan kompeten menghadapi tantangan pembelajaran digital ke masa depan. Adapun PelatihanMultimediaPesantren 2025 di lima PT akan berlangsung selama satu bulan dari mulai 13 November hingga 13 Desember 2025.