Segera Kick off Hari Santri 2024, Kemenag Ingin Terus Kelola Keragaman Keagamaan
Abdul Rahman Ahdori






Ia mengatakan, pengelolaan keragaman keagamaan yang baik dapat menjadi sesuatu yang positif untuk bangsa Indonesia ke depan. Sebaliknya, dalam catatan sejarah bangsa Indonesia sendiri, pengelolaan keragaman keagamaan yang tidak baik, menjadi salah satu sumber konflik.
“Dengan latar belakang itu, kita ingin menghadirkan keragaman yang menguatkan kita sebagai bangsa dan di mana posisi Kemenag hadir sebagai representatif negara untuk mengelola keragaman keagaman ini,” kata Prof Inung dalam acara Media Gathering di Jakarta pada Senin (7/10/2024).
Prof Inung menjelaskan, setidaknya ada dua agenda besar yang akan disajikan dalam acara Religion Fest tersebut yakni Kemenag Journey dan Kick Off Logo, Tema dan Song Hari Santri 2024.
Kemenag Journey, lanjut Prof Inung, diisi dengan tujuan menampilkan berbagai capaian yang dikemas menjadi satu festival fun dan populer. Nantinya, seluruh hasil kerja, capaian, produk campaign yang selama ini publik belum mengenal, ditampilkan dan disajikan secara menarik.
Selanjutnya, Prof Inung mengatakan, kegiatan kedua yaitu Kick Off Hari Santri 2024. Di sini, Kemenag akan memulai rangkaian kegiatan hari santri yang puncaknya akan dilangsungkan pada 22 Oktober 2024.
Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Menag RI, Sunanto, mengatakan, target kegiatan Religion Festival yakni menyampaikan aktivitas yang sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Kegiatan itu, nantinya, menampilkan 7 program prioritas yang sudah menjadi titik capaian di Kemenag.
Pria yang biasa disapa Cak Nanto ini menegaskan, lewat agenda tersebut, Kemenag ingin memberi pesan bahwa ada banyak urusan yang menjadi tanggung jawab Kemenag. Ia mengibaratkan bahwa urusan hidup hingga urusan kematian menjadi urusan Kemenag.
“Kemenag tidak hanya urusan haji, tapi dari hidup sampai mati, kita urus. Dari hal-hal teknis keagamaan menjadi bagian tugas dan fungsi Kemenag,” ujarnya.
Menurut Cak Nanto, kegiatan Religion Fest juga digelar dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan hari santri nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Kegiatan hari santri sejalan dengan Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional.
“Tidak hanya euforia hari santrinya tapi rangkaiannya, antara lain pemberian bantuan dan kegiatan peningkatan sumber daya,” katanya.
Tak hanya itu, Cak Nanto menjelaskan bahwa Religion Fest ingin memberi pesan kepada santri dan masyarakat bahwa Kemenag berkomitmen untuk mengawal kerukunan umat beragama, meningkatkan SDM, merawat toleransi dan lainnya.
“Pada kesempatan ini ingin kami tegaskan dalam waktu dekat akan mengadakan agenda besar hasil capain Kemenag,” pungkasnya.
