Demo di Istana Negara, PMII Minta Jokowi Jangan Jadi Aktor Utama KKN
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024). PMII meminta agar Presiden Jokowi tidak menjadi aktor utama korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Salah seorang massa aksi yang juga orator Hasnu Ibrahim mengatakan, Indonesia didirikan dengan tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan rakyatnya. Sebuah negara yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Hal itu, kata dia, sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Namun, Hasnu menilai, akhir-akhir ini, semangat melindungi rakyat tersebut tidak terlihat. Sebab banyak penyimpangan yang dilakukan pemerintah sebagai mandataris rakyat dalam pengelolaan negara. Menurut dia, semakin rakyat berdiam diri, semakin tinggi penyimpangan yang dilakukan.
“Jadi pada kesimpulannya, pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo telah berkhianat pada cita-cita didirikannya negara dan dibentuknya pemerintahan,” katanya.
Tak hanya itu, PMII melihat bahwa di Indonesia, korupsi juga semakin merajalela. Demikian pula dengan kolusi dan nepotisme yang terus dilanggengkan. Dia menegaskan bahwa asas umum pemerintahan negara yang baik yang menjunjung tinggi norma kepatutan dan hukum seharusnya berjalan. Sehingga Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari KKN dapat terwujud.
“Sayangnya itu hanya isapan jempol semata,” tuturnya.
Sementara itu, massa aksi yang lain, Yogi Apendi mengatakan, demokrasi saat ini terus mengalami kemunduran, HAM terus diberangus, penegakan hukum masih tebang pilih, utang negara semakin membengkak, bahan-bahan pokok kebutuhan rakyat semakin mahal, pendidikan semakin komersil, perusakan lingkungan dan konflik agraria terus merajalela, kelaparan masih merajalela.

















