Terowongan Silaturahmi atau terowongan penghubung Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. (Foto: Kementerian PUPR).
JAKARTA, (ERAKINI) - Terowongan Silaturahmi atau terowongan yang menjadi penghubung antara halaman Masjid Istiqlal dan diresmikan oleh RI bersama Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hari ini, Kamis (12/12/2024).
Menag Nasaruddin menyampaikan hal tersebut saat membuka Festival Harmoni Istiqlal pada Selasa (10/12/2024). "Besok hari Kamis sesudah Salat Asar, Bapak Presiden Prabowo akan meresmikan tunnel Istiqlal-Katedral," ungkap Menag Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu (11/12/2024).
Terowongan tersebut, kata Menag, akan mempermudah akses masyarakat yang ingin melakukan wisata religi di kedua bangunan bersejarah ini. “Rencananya nanti terowongan ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk lalu-lalang antara dua rumah ibadah ini, tapi juga nanti mungkin suatu waktu bisa kita lakukan semacam arena tersendiri untuk memamerkan galeri-galeri terbatas,” jelas sosok yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Selain itu, terowongan tersebut, lanjut Menag, dirancang tidak hanya sebagai jalur penghubung, tetapi juga sebagai ruang untuk interaksi lintas agama. Menag menyebut bahwa setelah diresmikan, InsyaAllah semua masyarakat bisa mengakses terowongan tersebut.
Melansir laman resmi Kementerian PUPR, gagasan pembangunan Terowongan Silaturahmi dimulai setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkembangan renovasi Masjid Istiqlal Jumat 7 Februari 2020 lalu.
Pemerintah lalu menunjuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku penanggung jawab proyek.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat itu mengatakan bahwa Terowongan Silaturahmi akan menjadi alternatif penghubung kedua bangunan bersejarah tersebut.
Adapun pembangunan Terowongan Silaturahmi ini dimulai sejak 15 Desember 2020 dan telah rampung 100% sesuai target pada 20 September 2021 dengan anggaran senilai Rp37,3 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya, manajemen konstruksi PT Virama Karya dan perencana PT Yodya Karya.
Terowongan Silaturahmi dibangun dengan panjang tunnel 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter dengan total luas terowongan area tunnel 136 m2 dengan total luas shelter dan tunnel 226 m2.
Jarak terdekat pintu masuk terowongan dengan Gereja Katedral Jakarta yakni 32 m hal ini guna memastikan keamanan struktur Katedral. Sementara jarak terdekat terowongan dengan gerbang Masjid Istiqlal adalah 16 m.
Arsitektur entrance terowongan ini dibangun dengan gaya modern dimana eksteriornya menggunakan material transparan sehingga kecantikan desain Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang merupakan bangunan cagar budaya tidak terhalang. Sementara bagian interior dibuat senada dengan interior Masjid Istiqlal menggunakan marmer.
Adapun Pembangunan Terowongan Silaturahmi ini bersamaan dengan renovasi Masjid Istiqlal besar-besaran yang pertama dilakukan sejak masjid diresmikan oleh Presiden kedua RI Soeharto, pada 22 Februari 1978.