Wamenhaj didampingi Wamenah menyampaikan keterangan pers usai Apel Senja Penutupan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 dan Retret Kementerian Haji dan Umrah, di Lapangan Makodau I Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026). Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R Muhammad Syafi’i menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang berjalan baik dan memberikan kenyamanan bagi jemaah.
Romo mengatakan bahwa meski Kementerian Haji dan Umrah baru pertama kali menyelenggarakan pelayanan haji secara penuh, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi para jemaah.
“Saya sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang tahun sebelumnya masih melaksanakan ibadah haji secara jujur, objektif, tulus dan ikhlas, mengapresiasi pelaksanaan haji yang dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah," ujar Romo usai menghadiri Apel Senja Penutupan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 dan Retret Kementerian Haji dan Umrah, di Lapangan Makodau I Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).
Romo menilai pelayanan yang diberikan dalam berbagai aspek penting, mulai dari ritual ibadah hingga pelayanan teknis, sehingga membuat jemaah merasa diperhatikan oleh negara melalui Kementerian Haji dan Umrah.
Maka itu, keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
"Kita ingin agar keberhasilan ini bukan hanya dipertahankan tapi seperti pidato Pak Wamen Haji dan Umrah tadi, akan ditingkatkan pada pelaksanaan ibadah haji tahun yang akan datang dan seterusnya. Saya kira kami memberi apresiasi yang luar biasa," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa beragam apresiasi yanh dapat tidak boleh membuat petugas dan jajaran Kemenhaj, cepat berpuas diri.
“Cukup semua puja dan puji itu, cukup semua apresiasi itu. Saatnya kita untuk terus berbenah. Saatnya kita untuk terus mengoreksi hasil-hasil kerja kita. Berbenah tanpa henti, koreksi tanpa berhenti,” kata Dahnil.
Dalam arahannya kepada seluruh petugas haji dan jajaran, Dahnil menekankan bahwa seluruh Kemenhaj mengemban tiga amanah besar, yakni amanah dari Allah SWT, amanah dari jemaah haji dan rakyat Indonesia, serta amanah dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya visi “Tri Sukses” dalam penyelenggaraan haji 2026, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses peradaban serta keadaban.
Menurut Dahnil, sukses ritual berarti memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Selain itu, penyelenggaraan haji juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pertumbuhan domestik.
“Kita punya tanggung jawab bagaimana kegiatan perhajian juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan menghadirkan manfaat bagi bangsa,” katanya.
Dahnil juga menyoroti pentingnya integritas di Kementerian Haji dan Umrah. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan Kemenhaj menjadi institusi yang bersih dari praktik korupsi, manipulasi, maupun rente.
“Kalau ada kementerian yang seharusnya tidak boleh ada praktik korupsi, manipulasi, dan rente, itu adalah Kementerian Haji dan Umrah. Karena kita mengurusi sesuatu yang suci, yakni mimpi mayoritas umat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji,” tegasnya.
Maka itu, ia mengingatkan seluruh aparatur Kemenhaj agar tidak menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Jemaah harus diposisikan sebagai subjek perubahan peradaban dan keadaban bangsa.
Dahnil menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi jutaan calon jemaah Indonesia yang saat ini masuk dalam daftar antrean haji agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.