4 Kiai Top yang Kecam Keras Trans7 Terkait Tayangan Rendahkan Pesantren
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Tayangan program Xpose di stasiun televisi Trans7 menuai kecaman luas dari kalangan pesantren. Dalam episode yang beredar di media sosial, program tersebut menampilkan narasi yang dinilai melecehkan tradisi pesantren, seperti berjalan jongkok di depan ulama, mencium tangan, hingga memberikan bisyaroh kepada kiai yang digambarkan seolah sebagai perilaku tidak wajar.
Video itu bahkan menampilkan sosok ulama kharismatik Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Anwar Manshur, bersama para santrinya. Tayangan tersebut memicu reaksi keras dari para kiai dan tokoh pesantren di berbagai daerah.
Berikut empat kiai alim yang menyuarakan protes terhadap Trans7.
1. KH Affifuddin Muhajir
KH Affifuddin Muhajir, atau yang akrab disapa Kiai Afif, merupakan ulama ahli fikih dan ushul fikih yang disegani, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) maupun kalangan akademisi. Ia adalah murid langsung dari KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur.
Menanggapi tayangan Trans7, Kiai Afif menilai tindakan santri yang menghormati kiai merupakan bentuk cinta, bukan perendahan martabat.
“Khidmah santri kepada kiai yakin itu berbasis cinta. Entah sejak kapan, cinta harus mendapat izin dari aktivis HAM,” tulisnya dalam akun Facebook pribadinya.
2. KH Said Aqil Siroj
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga mengecam keras tayangan Trans7. Pengasuh Ats-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu menilai narasi yang dibangun dalam program Xpose mengandung penghinaan terhadap dunia dan ulama.
















