Soal Ancaman Pemecatan Budiman dari PDIP, Begini Respons Gerindra
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman angkat bicara soal ancaman pemecatan politikus PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko setelah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Habiburokhman mengungkapkan, bahwa pihaknya akan terbuka dengan dukungan dari manapun karena, menurutnya, hal tersebut adalah bagian dari demokrasi.
“Secara prinsip kami tidak mungkin menolak dukungan dari manapun karena itu bagian dari demokrasi,” kata Habiburokhman.
“Kami juga tidak pernah menyalahkan partai lain apabila ada kader kami yang mendukung capres dari partai lain. Hanya saja kader tersebut akan berhadapan dengan konsekuensi dengan internal partai,” katanya menambahkan.
Terkait pilihan Budiman mendukung Prabowo Subianto, menurut Habiburokhman itu adalah haknya.
“Sepanjang tidak ada paksaan, masing-masing orang punya kebebasan untuk memilih,” katanya.
Terkait keputusan Budiman, menurutnya, pasti akan ada konsekuensi dari internal partaiya. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin ikut campur soal kabar pemecatan Budiman. Ia menyebut hal tersebut sebagai urusan internal partai lain.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bakal memberikan sanksi tegas terhadap sikap Budiman yang mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Hasto, partai tidak akan mentolerir tindakan indisipliner seperti yang dilakukan mantan aktivis '98 itu. Budiman telah menyatakan deklarasi terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8/2023).
Atas tindakan Budiman tersebt, Hasto memberi dua opsi yaitu mengundurkan diri atau dipecat. Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, menurut Hasto, akan mengumumkan sanksi terhadap Budiman hari ini, Senin (21/8/2023).
















