Wakil Kapten Tim Nasional (Timnas) AMIN, Sudirman Said. Foto: Antara/Donny Aditra
JAKARTA, (ERAKINI) - Kubu pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), memanas jelang 44 hari pemungutan suara Pilpres 2024. Pernyataan Co-Captain Tim Nasional (Timnas) AMIN, Sudirman Said, menuai polemik.
Relawan AMIN menilai langkah dan pernyataan Sudirman Said merupakan sebuah pelanggaran () pada saat kompetisi menuju pemilihan presiden sedang berlangsung.
"Tindakan Sudirman Said sudah 'offside', pertandingan masih berlangsung. Barisan tim pemenangan harusnya fokus dulu untuk pemenangan, jangan liar," ujar Koordinator Nasional Relawan AMIN 2024 Ricky Valentino dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Antara, Minggu (31/12/2023.
Valentino berpendapat, manuver yang dilakukan Sudirman Said dalam menjalin komunikasi dengan pihak lawan serta ikut campur tentang dapur partai pengusung Amin, merupakan tindakan tidak etis.
Menurut dia, Sudirman seharusnya fokus bekerja untuk pemenangan AMIN, dengan menggerakkan mesin dan organ-organ relawan yang tersebar seluruh Indonesia. Komunikasi politik dengan kubu lain bisa dilakukan setelah hasil resmi KPU putaran pertama keluar.
"Solid itu penting dalam sebuah tim, saling menjaga, jangan berlagak koboi yang ujungnya malah membuat keretakan di koalisi," katanya.
Reaksi serupa disampaikan partai pengusung AMIN. Ketua DPP NasDem Bakhtiar Ahmad Sibarani mengingatkan agar Sudirman Said bisa menahan diri berkomunikasi dengan tim capres lain.
"Sebagai partai pengusung, tentu kami saat ini, termasuk Pak Ahmad Ali, sudah berjuang dengan sangat luar biasa untuk memenangkan AMIN. Saya yang dekat dengan beliau, sudah melihat itu. Oleh karena itu, Sudirman Said jangan over, jaga sikap, jaga lisan," kata Bakhtiar dalam keterangan tertulis
Bakhtiar meyakini pernyataan yang disampaikan Sudirman Said soal koalisi ke capres lain, murni sikap pribadi. Karenanya, ia mengajak Tim AMIN tetap fokus memenangkan pasangan Anies-Muhaimin.
"Semua fokus untuk memenangkan AMIN. Kami di internal, di bawah Pelatih Timnas Ahmad Ali dan Kapten Timnas M Syaugi terus berusaha dengan maksimal untuk memenangkan AMIN. Kami sangat yakin AMIN akan menang. Jadi kami harap tidak ada pihak-pihak yang mengganggu proses ini," tukasnya.
Polemik di kubu AMIN ini bermula adanya dugaan Sudirman Said berkomunikasi dengan tim dari capres lain. Awalnya Sudirman Said menyindir Ahmad Ali yang menutup komunikasi dengan tim capres lain.
Ahmad Ali sebelumnya menegaskan komunikasi dengan tim capres lain sudah tertutup. Sehingga tidak perlu membuka komunikasi dengan pasangan calon lain di Pilpres 2024. Namun Sudirman Said tidak setuju dengan pendapat Ahmad Ali tersebut.
"Saya tidak paham kenapa saudara Wakil Ketua Umum yang menjabat sebagai Pelatih Kepala Timnas AMIN kok seperti anomali. Ucapan-ucapannya provokatif dan memancing keresahan, bahkan di antara relawan dan pendukung Anies-Muhaimin, pun di antara partai-partai pengusung," tulis rilis resmi dari Juru Bicara Timnas AMIN Muhammad Ramli Rahim, mengutip pernyataan dari Sudirman Said, Sabtu (31/12/2023).
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyebutkan, dalam berbagai kesempatan perbincangan, elite Partai NasDem punya perspektif luas dalam mengelola kompetisi politik, tidak fatalis dan tidak melihat lawan sebagai musuh.
Sudirman Said khawatir bila sikap seperti Ahmad Ali itu terus terjadi, malah memecah belah para pendukung hingga relawan yang sudah bekerja kerja di lapangan. Terlebih, pendapat Ahmad Ali tidak mencerminkan kepribadian dan tata nilai politik Anies-Cak Imin yang selama ini sudah dibangun.
"Bacalah sejarah. Dalam perang sengit yang melibatkan persenjataan pun ada kurir yang terus menjalin komunikasi di antara yang sedang berperang," tandasnya.
Bagi Kapten Timnas AMIN, Muhammad Syaugi Alaydrus, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi, merupakan hal yang wajar. "Punya pendapat yang berbeda itu hal yang wajar. Itulah bentuk demokrasi dalam berorganisasi," katanya.
Ia menilai meski memiliki perbedaan pendapat, tujuan dari para personel di Timnas AMIN akan terus sama, yakni untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 1 di kontestasi Pilpres 2024.
Syaugi memastikan organisasi yang dipimpinnya saat ini merupakan organisasi yang terus berdinamika, dan berkembang. Saat ini organisasinya memiliki total personel sebanyak 2.000 orang.