Masjid Izzatul Islam di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi. (Foto: Kemenag)
BEKASI, (ERAKINI) – Sejak didirikan pada 2012 atas inisiatif warga, Masjid Izzatul Islam di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi ini terus berkembang, termasuk dengan menghadirkan ceramah berbahasa isyarat bagi jemaah .
Sebagaimana siaran pers dari Kementerian Agama, langkah ini menjadikan Masjid Izzatul Islam sebagai salah satu masjid percontohan ramah difabel di Indonesia.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Izzatul Islam, Aris Heriyadi mengatakan, program ceramah berbahasa isyarat dilaksanakan setiap bakda zuhur, bekerja sama dengan Majelis Tuli Bekasi.
Penerjemah bahasa isyarat ditempatkan di samping mimbar untuk menerjemahkan materi secara langsung agar jemaahtuli dapat memahami isi ceramah dengan mudah. Inisiatif ini, kata dia, bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang lebih inklusif.
"Yang datang ke sini dari berbagai kalangan. Kebetulan ada kawan dari Majelis Tuli Bekasi yang sedang beritikaf di sini, dan kami fasilitasi mereka untuk berceramah menggunakan bahasa isyarat," ujar Aris di Bekasi dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu (26/3/2025).
Program ini, lanjut dia, lahir dari keinginan untuk memastikan semua jemaah dapat memperoleh ilmu agama tanpa hambatan komunikasi. "Kami ingin memberikan ruang yang setara bagi semua orang, termasuk saudara-saudara kita yang tuli. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin yang seharusnya bisa diakses oleh siapa saja," katanya.
Terkait hal itu, Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama, Arsad Hidayat turut memberikan apresiasi terhadap langkah ini. Ia berharap program ini bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid lain agar lebih ramah terhadap kelompok difabel.
"Kami sangat mendukung program ini karena merupakan wujud nyata dari Islam yang ramah dan inklusif. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran dan pembinaan umat yang harus bisa diakses oleh semua kalangan," ujar Arsad.
Selain sebagai rumah ibadah, Masjid Izzatul Islam juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Majelis taklim rutin digelar untuk membimbing jemaah dalam memperdalam ilmu agama. Masjid ini juga memiliki program dakwah khusus bagi kelompok disabilitas, memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap ajaran Islam.
Masjid ini juga mengelola baitul mal yang menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan, memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan kesejahteraan umat.
Sehingga, Masjid Izzatul Islam menjadi salah satu masjid yang bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga simbol inklusivitas dan kepedulian sosial di Kabupaten Bekasi.