63 Persen Wilayah Zona Musim Indonesia Terdampak El Nino, Kemarau Jadi Lebih Kering
Akhmad Baihaqi Arsyad






“Jadi udara yang masuk ke Indonesia itu relatif kering sehingga curah hujan semakin berkurang, tutupan awan juga berkurang, suhu juga makin tinggi, salah satu dampaknya adalah kekeringan," paparnya.
Ia mengungkapka, di Indonesia, dampak El Nino yang paling kuat dirasakan adalah berkurangnya curah hujan. "Jadi ketika kita di musim kemarau ditambah ada El Nino jadi semakin kering," kata Fachri.
Berdasarkan prakiraan hujan bulanan BMKG, kata dia, beberapa wilayah dengan intensitas hujan berada dalam kategori rendah yakni di sebagian besar Sumatera, termasuk Riau, Bengkulu, dan Lampung, serta hampir seluruh wilayah Jawa.
Kemudian, di wilayah Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
"Nah, itu yang berpotensi terjadinya musim kering yang harus benar-benar diantisipasi tentunya," tuturnya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi dalam kesempatan yang sama, memastikan ketersediaan pangan utama hingga sampai akhir 2023 aman. "Mitigasi kita sebenarnya sudah di mulai sejak tahun lalu, kemudian di awal tahun 2023, dipastikan stok pangan komoditas strategis kita aman," jelasnya.
Beberapa kegiatan, lanjutnya, juga sudah dilakukan oleh pemerintah pusat terkait ketahanan pangan dalam menghadapi El Nino, salah satunya dengan gerakan pangan murah dan memindahkan stok pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.


